BATAM, SAMUDERAKEPRI — Program Pelatihan dan Sertifikasi Las 4G FCAW Tahun 2026 yang berlangsung selama 12 hari sejak 21 Juli 2026 secara resmi ditutup oleh Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aman, S.Pd., M.M., di LPK Catur Training Center, Ruko Bukit Golf Sungai Panas, Batam, Selasa (4/8/2026).
Acara penutupan dihadiri Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kepri Suryadi, Direktur LPK Catur Training Centre Lukman Hakim, Asesor BNSP Markus, perwakilan PT McDermott Batam Balada, perwakilan PT Sidma Teknik Solusindo Mona, pengurus Karang Taruna Bengkong, serta 30 peserta pelatihan.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata penyerapan aspirasi masyarakat Batam, khususnya di Kecamatan Batam Kota, Bengkong, Batu Ampar, dan Lubuk Baja, guna meningkatkan kualifikasi SDM lokal di tengah tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kepri yang berada di angka 6,87 persen.
“Investasi terus masuk ke Batam dan Kepri, pertumbuhan ekonomi tinggi, namun di sisi lain masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan. Kita tidak boleh hanya mengeluhkan tingginya angka pengangguran, tetapi harus membuka jalan agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi dan mampu mengisi peluang kerja yang tersedia,” ujar Aman.
Sinergi Industri dan Kelulusan 100 Persen BNSP
Aman mengapresiasi keterlibatan aktif perusahaan manufaktur dan galangan kapal seperti PT McDermott Batam dan PT Sidma Teknik Solusindo yang terlibat dari awal hingga akhir pelatihan. Ia berharap lulusan bersertifikat ini dapat langsung terserap dalam proses rekrutmen perusahaan penerima kerja di Batam.
Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kepri, Suryadi, turut memberikan apresiasi atas inisiasi Anggota Komisi IV DPRD Kepri tersebut. Menurutnya, skema pelatihan terpadu yang melibatkan industri secara langsung sangat efektif dalam memenangkan persaingan pencari kerja di Kota Batam.
Sementara itu, Direktur LPK Catur Training Centre PT Catur Laskar Mulia, Lukman Hakim, menyampaikan laporan akhir pelaksanaan pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta yang terbagi dalam dua gelombang.
“Berdasarkan hasil asesmen dari Asesor BNSP, seluruh 30 peserta dinyatakan lulus dan kompeten,” pungkas Lukman Hakim. (*)
(Tim Redaksi)


