📤 Bagikan Berita Ini:

⚡ Ringkasan 1 Menit

Tokoh adat Jemaja Timur, H. Syahlan Jaya, meminta dukungan penuh dari masyarakat dan pihak terkait untuk memfasilitasi alur jual beli buah kepayang. Ia mengapresiasi kehadiran pembeli luar daerah yang meningkatkan harga jual dan kesejahteraan ekonomi warga tempatan. Namun, ia juga mengingatkan potensi hambatan perizinan yang dapat membuat para pembeli beralih ke daerah lain, sehingga perlu sinergi antara kemudahan alur pengeluaran barang dan kesadaran petani menjaga kualitas komoditas. Dengan demikian, buah kepayang dapat menjadi penopang ekonomi pesisir yang berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Anambas.

ANAMBAS, SAMUDERAKEPRI — Menanggapi dinamika panen raya buah tahunan kepayang (kembang semangkok) di Pulau Jemaja, tokoh adat setempat, H. Syahlan Jaya, meminta seluruh pihak untuk saling bekerja sama dan memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran alur jual beli komoditas tersebut.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Jemaja Timur ini mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas limpahan rezeki dari Allah SWT yang membasahi bumi Jemaja Timur melalui panen buah kepayang tahun ini.

Ia mengapresiasi kehadiran para pembeli atau penampung dari luar daerah yang sangat antusias mengumpulkan hasil hutan tersebut. Menurutnya, kehadiran para pembeli luar daerah terbukti mendongkrak harga jual hingga berimbas positif secara langsung pada kesejahteraan ekonomi warga tempatan.

“Mari kita sama-sama mendukung niat baik mereka yang ingin membantu mengangkat perekonomian warga Jemaja Timur,” tegas H. Syahlan Jaya.

Peringatan Potensi Pembeli Pindah Daerah

Tokoh adat Jemaja Timur ini juga memberikan pandangan kritis terkait adanya potensi hambatan perizinan atau prosedur yang dirasakan para pembeli. Ia mengingatkan jika iklim niaga di wilayahnya terkesan dipersulit, bukan tidak mungkin para pedagang luar daerah tersebut memilih beralih ke daerah lain seperti Kalimantan atau bahkan ke negara tetangga seperti Thailand.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat merugikan para petani lokal di musim-musim panen mendatang akibat hilangnya akses pasar potensial.

Imbauan Menjaga Kualitas Petik

Di sisi lain, Ketua LAM Jemaja Timur turut memberikan edukasi dan arahan kepada para petani lokal agar tetap menjaga standar kualitas hasil panen. Ia mengimbau petani untuk bersabar dan tidak memanen buah yang masih muda demi mengejar kuantitas semata.

Menurutnya, pemetikan buah muda dapat merusak citra mutu komoditas asal Jemaja Timur serta memicu penurunan harga jual di tingkat pasar.

Sinergi antara kemudahan alur pengeluaran barang oleh instansi terkait dan kesadaran petani menjaga kualitas komoditas diharapkan mampu menjadikan buah kepayang sebagai penopang ekonomi pesisir yang berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Anambas. (*)

(Tim Redaksi)

📤 Bagikan Berita Ini: