BATAM, SAMUDERAKEPRI — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aman, S.Pd., M.M., membuka secara resmi Pelatihan dan Sertifikasi Las 4G FCAW yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri di King’s Hotel Batam, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengasah kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal Batam agar mampu mengisi peluang kerja di sektor industri galangan kapal dan manufaktur yang terus berkembang pesat.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh Kepala Disnakertrans Kepri Diky Wijaya, Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kepri Suryadi, pimpinan LPK Catur, serta perwakilan perusahaan industri besar di Batam seperti PT McDermott, PT Caterpillar, dan PT Sigma.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyoroti paradoks pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 7,04 persen namun belum berbanding lurus dengan penurunan angka pengangguran terbuka yang masih di angka 6,87 persen (sekitar 75 ribu jiwa), dengan Kota Batam sebagai penyumbang pencari kerja terbesar.
“Investasi masuk terus, peluang kerja terbuka, tetapi angka pengangguran masih tinggi. Inilah tantangan kita. Pelatihan dan sertifikasi ini adalah jawaban agar adik-adik kita yang belum bekerja segera terserap di industri,” ujar Aman.
Jawaban Atas Kebutuhan Tenaga Kerja Siap Pakai
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, memberikan apresiasi atas inisiasi dan dukungan komisi IV DPRD Kepri. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan roadshow ke berbagai perusahaan di Batam, kebutuhan tenaga kerja sebenarnya sangat tinggi, namun industri mensyaratkan kualifikasi tenaga kerja yang siap pakai (ready to use).
“Peserta yang hadir sebanyak 30 orang ini merupakan hasil seleksi ketat. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin agar setelah lulus dan tersertifikasi bisa langsung terserap oleh perusahaan,” tegas Diky.
Pelatihan dan sertifikasi welder 4G FCAW ini tidak hanya ditujukan bagi pencari kerja baru, tetapi juga sebagai wadah up-skilling bagi pekerja untuk meningkatkan jenjang karier di dunia industri. (*)
(Tim Redaksi)


