SAMUDERAKEPRI, JAKARTA — Rangkaian Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 resmi ditutup melalui laga eksibisi yang berlangsung meriah di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Sabtu (1/8/2026). Puncak penutupan diwarnai pertandingan persahabatan yang mempertemukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berpasangan dengan Widi Chandra Kasih melawan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang berduet dengan Muhammad.
Laga eksibisi tersebut berjalan sengit dan diwarnai riuh sorak penonton. Sejak awal gim, kedua pasangan saling bertukar variasi serangan smash, permainan cepat di depan net, hingga reli panjang. Pasangan Jenderal Sigit dan Widi Chandra Kasih akhirnya berhasil unggul dan menutup set pertama dengan skor 15-11 atas duet Bahlil-Muhammad. Pertandingan ini sekaligus mengulang momen duel persahabatan antara Kapolri dan Bahlil Lahadalia pada penutupan edisi Kapolri Cup tahun sebelumnya.
- Menyambut HUT Ke-81 RI, Polsek Kundur Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih Gratis
- Pembuka HUT Ke-81 RI, 100 Ribu Jemaah Padati Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
- Buka Rangkaian HUT ke-81 RI, Doa Lintas Agama Digelar di Monas
- Kapolri Cup 2026, Jenderal Sigit Berhadapan dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
- Buka Kejuaraan Karate Wali Kota Batam II, Amsakar Beberkan 4 Pilar Prestasi Atlet
Ketua Seksi Humas dan Dokumentasi Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026, Irjen Pol. Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa turnamen yang berlangsung sejak 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kejuaraan ini merupakan wujud kolaborasi Polri bersama Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) yang melibatkan kategori umum, anggota Polri, hingga kelompok para-bulu tangkis.
Melalui penyelenggaraan turnamen rutin ini, Polri berkomitmen untuk terus mendukung sistem pembinaan olahraga tepok bulu nasional. Kapolri Cup 2026 diharapkan dapat menjadi wadah penjaringan talenta muda potensial yang kelak mampu mengharumkan nama bangsa di kancah persaingan internasional. (*)
