BATAM, SAMUDERAKEPRI — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), H. Iman Sutiawan, S.E., menghadiri konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan narkotika jaringan internasional berupa 800 kilogram Ketamin HCl di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Kota Batam, Selasa (1/9/2026).
Operasi penindakan laut gabungan tersebut melibatkan Bareskrim Polri, BNN RI, Ditjen Bea Cukai, Polda Kepri, dan TNI Angkatan Laut.
Konferensi pers dihadiri langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahar Diantono, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto, Dirjen Bea Cukai Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, serta Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, S.E., M.M.
Kasus ini berawal dari cegat tangkap terhadap kapal Fuchangxing I pada 24 Agustus 2026 yang mengangkut 40 karung berisi 800 kg Ketamin HCl di bagian buritan. Penyelidikan berlanjut dengan pengamanan kapal MV Ashley pada 25 Agustus 2026 yang disandarkan di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang untuk pemeriksaan intensif.
Ketua DPRD Kepri, H. Iman Sutiawan, S.E., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim gabungan dalam menggagalkan masuknya barang haram bernilai fantastis tersebut di perbatasan negara.
“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh keberhasilan aparat gabungan dalam mengungkap penyelundupan 800 kilogram ketamin ini. Langkah ini sangat penting untuk melindungi masyarakat Kepri dan generasi muda dari ancaman narkotika,” ujar Iman Sutiawan.
Waspadai Modus Baru Narkotika Cairan Vape
Iman menggarisbawahi peringatan BNN RI mengenai maraknya pengujian cairan vape sepanjang 2026 yang 99 persen di antaranya terbukti positif mengandung zat adiktif, termasuk ketamin.
Mengingat letak geografis Kepri yang berada di alur pelayaran internasional, Iman mendesak penguatan pengawasan laut secara berkesinambungan serta edukasi masif kepada generasi muda.
“Temuan ketamin dalam cairan vape harus menjadi alarm bagi kita semua. Pencegahan harus berjalan seiring dengan penindakan. DPRD Kepri siap mendukung penuh langkah strategis agar perairan Kepri tidak dijadikan pintu masuk jaringan internasional,” tegasnya. (*)
(Tim Redaksi)


