📤 Bagikan Berita Ini:

BATAM, SAMUDERAKEPRI — Masalah banjir, keterbatasan lapangan kerja bagi warga lokal dan difabel, hingga persoalan keamanan lingkungan mewarnai penyerapan aspirasi (reses) Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aman, S.Pd., M.M., di Kavling Harapan Jaya, RW 13, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Minggu (9/8/2026).

Dalam reses Masa Sidang III Tahun Anggaran 2026 tersebut, Ketua RT 07 Sohirin menyampaikan terima kasih atas realisasi semenisasi jalan kawasan, namun meminta penanganan atas masalah penyumbatan gorong-gorong yang kerap memicu banjir di RT 04, 06, dan 07. Selain itu, Ketua RT 06 Nurwahidun mengusulkan pengecoran lapangan fasilitas umum (fasum) di wilayahnya.

Dari aspek keamanannya, tokoh pemuda setempat, Edi, mengusulkan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) dan kamera pengawas (CCTV) akibat maraknya aksi pencurian di malam hari.

Sementara di sektor ketenagakerjaan, warga setempat, Suparjo dan Zulhamid, mendesak pemerintah agar memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal serta hak ruang kerja bagi penyandang disabilitas sesuai regulasi yang berlaku.

Komitmen Pelatihan Vokasi dan Penguatan Hak Difabel

Menanggapi keluhan banjir, Aman bersama perangkat RT langsung meninjau kondisi gorong-gorong penyumbat di lokasi serta mendorong pengurusan legalitas lahan fasum.

Terkait isu ketenagakerjaan, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan bahwa kuota dan hak kerja difabel telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Ia mendorong pemerintah daerah konsisten menggelar pelatihan berbasis kompetensi secara berkelanjutan.

“Aturan itu masih berlaku. Persoalannya adalah bagaimana fokus pemerintah untuk merealisasikan amanah regulasi tersebut. Kita tidak boleh membiarkan warga difabel kesulitan mendapat pekerjaan karena itu merupakan hak mereka sebagai warga negara,” tegas Aman.

Aman memaparkan, guna menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kepri yang berada di angka 6,87 persen, pihaknya terus memperjuangkan perluasan program pelatihan keterampilan industri—seperti scaffolder dan welder—bagi pencari kerja lokal.

Ia juga menyampaikan salah satu bentuk kerja nyata penguatan SDM di Bengkong adalah keberhasilan memperjuangkan pendirian SMKN baru di wilayah tersebut, sehingga anak usia sekolah tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mengenakan pendidikan vokasi. Seluruh aspirasi pembangunan fisik dan nonfisik warga Sadai selanjutnya dihimpun sebagai Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kepri. (*)

(Tim Redaksi)

📤 Bagikan Berita Ini: