⚡ Ringkasan 1 Menit
Kontingen Samudera Kepri siap mengikuti Lomba Gerak Jalan Proklamasi 45 Km yang digelar di Kota Tanjungpinang pada Sabtu (29/8/2026) malam hingga Minggu (30/8/2026) pagi. Perlombaan ini menuntut ketahanan fisik dan kekompakan tim, dengan rute lintasan yang panjang dan berbagai titik etape. Kontingen ini akan mendokumentasikan serta mengawal jalannya perlombaan, dengan tema “Menjaga Kedaulatan, Mengawal Kebersamaan di Tanah Perbatasan”. Masyarakat Tanjungpinang diimbau untuk memberikan dukungan moral kepada kontingen yang berjuang menuntaskan tantangan fisik 45 kilometer.
TANJUNGPINANG, SAMUDERAKEPRI — Puncak kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tanjungpinang ditandai dengan digelarnya Lomba Gerak Jalan Proklamasi 45 Km. Agenda tahunan yang digagas Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta KORMI Kota Tanjungpinang ini resmi dilepas pada Sabtu (29/8/2026) malam pukul 20.00 WIB.
Perlombaan yang menuntut ketahanan fisik dan kekompakan tim ini mengambil titik keberangkatan (start) dari Bundaran Tugu Monumen Provinsi Kepri di Dompak. Ribuan peserta dari berbagai instansi, organisasi, hingga kontingen masyarakat umum dijadwalkan melintasi rute panjang hingga finis di Pelataran Tugu Sirih pada Minggu (30/8/2026) pagi.
Tak ketinggalan, Tim Media Samudera Kepri turut ambil bagian menurunkan kontingen resmi. Mengusung tema “Menjaga Kedaulatan, Mengawal Kebersamaan di Tanah Perbatasan”, kontingen ini siap mendokumentasikan serta mengawal ketat jalannya perlombaan marathon berjalan kaki tersebut dari Sabtu malam hingga garis finis.
Aturan Ketat Barisan dan Etika Pakaian
Sesuai dengan ketentuan teknis panitia, setiap regu wajib berkekuatan 11 orang, yang terdiri dari 10 anggota barisan dalam formasi dua berbanjar ke belakang serta 1 orang komandan barisan di sisi kanan.
Panitia juga memberlakukan aturan ketat terkait busana dan kelengkapan regu. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan pakaian olahraga atau busana kreasi yang memenuhi etika kepatutan, kesopanan, serta tidak mengandung unsur SARA. Panitia melarang keras penggunaan kostum bermodel hantu. Peserta yang melanggar aturan pakaian akan langsung dibubarkan di jalan oleh tim keamanan dan nomor kepesertaannya ditarik.
Selama menempuh rute, regu peserta diperbolehkan mengumandangkan lagu-lagu Wajib Nasional, lagu daerah, serta yel-yel dorongan semangat yang sopan dengan bantuan peluit sebagai satu-satunya alat bantu bunyi.
Detail Rute Lintasan dan 2 Titik Etape
Berdasarkan peta rute resmi 45 Km, para peserta akan menempuh jalur lintas kota yang terbagi dalam dua etape pemberhentian:
1. Rute Awal (Start – Etape 1)
- Titik Awal (Start): Bundaran Monumen Provinsi Kepri (Dompak)
- Jembatan 1 H.M. Sani
- Jl. Basuki Rahmat (Bawah Fly Over)
- Simpang Lampu Merah Bappelitbang
- Jl. Engku Putri
- Simpang Perla
- Jl. Gatot Subroto (Batu 5 Bawah)
- Jl. W.R. Supratman
- U-Turn Sop Tulang Pak Jenggot
- Jl. Ganet Lama
- Bandara Baru
- Tugu Pesawat
- Etape 1: Lapangan Dishub Kota Tanjungpinang (Gerbang Timur)
2. Rute Tengah (Etape 1 – Etape 2)
- Berangkat: Gerbang Barat Dishub Kota Tanjungpinang
- Bundaran Patung Naga Bintan Center
- Jl. D.I. Pandjaitan
- Jl. R.H. Fisabilillah (Km. 8 Atas)
- Simpang Polresta Tanjungpinang
- Jl. A. Yani
- Simpang Pamedan
- U-Turn SMPN 4
- Etape 2: Lapangan Pamedan (Gerbang Samsat)
3. Rute Akhir (Etape 2 – Finish)
- Berangkat: Lapangan Pamedan (Gerbang KONI)
- Jl. M.T. Haryono
- Jl. Brigjen Katamso
- Jl. Dr. Sutomo
- Jl. Soekarno-Hatta
- Tugu Pemuda
- Jl. Yos Sudarso (Batu Hitam)
- Simpang Kuburan (Koarmada I)
- Jl. Gurindam 12 Tepi Laut
- Titik Akhir (Finish): Pelataran Tugu Sirih
Masyarakat Tanjungpinang diimbau untuk memadati sepanjang rute jalan raya guna memberikan dukungan moral kepada seluruh kontingen yang berjuang menuntaskan tantangan fisik 45 kilometer hingga esok pagi. (red)


