📤 Bagikan Berita Ini:

⚡ Ringkasan 1 Menit

Pemerintah Kota Batam terus berupaya mengendalikan inflasi daerah dengan langkah strategis, meskipun angka inflasi tahunan pada Juli 2026 masih di atas target sasaran nasional 3,5 persen. Kondisi pasokan pangan pada pekan keempat Agustus 2026 dipastikan aman dan terkendali, dengan tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok dan beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kelancaran distribusi dan keterjangkauan daya beli masyarakat. Langkah-langkah pengendalian inflasi daerah ini telah merealisasikan delapan dari sembilan indikator utama, menjaga kestabilan perekonomian warga.

BATAM, SAMUDERAKEPRI — Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengintensifkan berbagai langkah strategis guna memantau stabilitas harga dan mengendalikan laju inflasi daerah. Meskipun angka inflasi tahunan (year-on-year) Kota Batam pada Juli 2026 tercatat sebesar 4,33 persen—masih di atas target sasaran nasional 3,5 persen—kondisi pasokan pangan pada pekan keempat Agustus 2026 dipastikan aman dan terkendali.

Laporan Monitoring Pengendalian Inflasi Daerah Kota Batam mencatat bahwa secara bulanan (month-to-month), Batam justru mengalami deflasi sebesar 0,26 persen pada Juli 2026. Kondisi positif ini berlanjut pada periode 24 hingga 28 Agustus 2026, di mana tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok, bahkan komoditas cabai rawit hijau dan udang mengalami penurunan harga.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kelancaran distribusi serta keterjangkauan daya beli masyarakat.

“Kita terus memastikan pasokan kebutuhan pokok aman, distribusi berjalan lancar, dan berbagai intervensi pemerintah dilakukan ketika ada komoditas yang mengalami kenaikan harga. Yang paling penting adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar,” ujar Amsakar.

Penguatan Stok Pangan dan Program Kawasan Hortikultura

Guna memitigasi risiko gejolak harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama instansi terkait menjalankan berbagai program konkret. Pemko Batam menggalakkan Gerakan Menanam dengan menyiapkan kawasan hortikultura seluas 30 hektare untuk cabai merah keriting dan 20 hektare untuk cabai rawit hijau, disertai pembagian ribuan bibit ke masyarakat.

Dari sisi logistik dan ketersediaan, stok bahan pokok per 26 Agustus 2026 dipastikan melimpah. Cadangan beras tercatat mencapai 3.393.503 kilogram, minyak goreng 204.704 kilogram, dan gula 134 kilogram tanpa ada indikasi kelangkaan.

Subsidi Transportasi Hinterland dan Mobil GASING

Pemko Batam juga memberikan dukungan moda transportasi berupa subsidi BBM untuk angkutan laut antarpulau guna menjamin kelancaran rantai pasok hingga ke wilayah hinterland seperti Bulang, Galang, dan Belakang Padang, serta penyediaan operasional Bus Trans Batam dan bus sekolah gratis.

Intervensi langsung ke pemukiman warga turut digencarkan lewat pergerakan Mobil Jaga Inflasi Keliling (GASING) dan operasi pasar murah bersubsidi, salah satunya yang digelar di wilayah Kecamatan Bengkong pada Agustus 2026.

Hingga pekan akhir Agustus 2026, Pemko Batam telah merealisasikan delapan dari sembilan indikator utama langkah pengendalian inflasi daerah guna menjaga kestabilan perekonomian warga. (*)

📤 Bagikan Berita Ini: