BATAM, SAMUDERAKEPRI — Pemerintah Kota Batam memperkuat sinergi strategis bersama dunia usaha untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal serta menekan angka pengangguran. Langkah konkret ini diwujudkan lewat pertemuan yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) serta perwakilan dari 15 perusahaan besar di Kota Batam pada Kamis (20/8/2026).
Kepala Disnaker Kota Batam, Yudi Suprapto, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penempatan Tenaga Kerja.
Targetkan Minimal 20 Persen Tenaga Kerja Tempatan
Dalam forum tersebut, Disnaker Batam mendorong adanya komitmen bersama agar perusahaan-perusahaan di Batam dapat memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal. Pemerintah menargetkan sedikitnya 20 persen dari total karyawan di sebuah perusahaan berasal dari masyarakat tempatan, baik yang lahir maupun yang menamatkan jenjang pendidikannya di Batam.
“Harapannya, minimal 20 persen dari jumlah karyawan berasal dari putra-putri tempatan, baik yang lahir maupun yang menamatkan sekolah di Batam. Tentu ini membutuhkan sinergi dan komitmen bersama,” ujar Yudi.
Melalui komunikasi yang lebih intensif, kebutuhan tenaga kerja industri diharapkan dapat diinformasikan lebih dini agar pencari kerja lokal dapat mempersiapkan kompetensinya secara tepat.
Pemerintah Hadir Sebagai Fasilitator Kemitraan
Yudi menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi sebagai fasilitator dan penghubung antara dunia usaha dan para pencari kerja. Sementara itu, standar, tahapan, serta keputusan rekrutmen tetap berada di tangan masing-masing perusahaan sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.
Dengan terbangunnya koordinasi yang berkelanjutan antara Disnaker, APINDO, dan dunia industri, program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah ke depan dinilai akan menjadi jauh lebih tepat sasaran. (*)


