📤 Bagikan Berita Ini:

BATAM, SAMUDERAKEPRI — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh perangkat Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga tokoh masyarakat di Kecamatan Sekupang untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menyokong pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri agenda Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama Tokoh Masyarakat se-Kecamatan Sekupang Tahun 2026 di Aula SMP Kartini Sei Harapan, Minggu (4/10/2026) malam. Dalam kesempatan itu, Amsakar menegaskan bahwa kemajuan Batam membutuhkan ikhtiar bersama tanpa adanya ego sektoral.

“Batam membutuhkan ikhtiar bersama. Batam tidak memerlukan narasi-narasi yang saling melemahkan. Yang kita perlukan adalah bagaimana RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat mendukung kebijakan lurah dan camat, yang dengan begitu otomatis menyokong penuh arah kebijakan pembangunan Pemko Batam,” ujar Amsakar.

Sebagai bentuk transparansi kinerja, Amsakar turut memaparkan sederet capaian strategis Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra:

  • Sektor ekonomi mencatatkan pertumbuhan 7,28 persen pada semester I dengan realisasi investasi mencapai Rp39,89 triliun, didorong oleh masuknya ekosistem pusat data dan kecerdasan buatan (AI) berskala internasional.
  • Pada sektor pendidikan, sebanyak 105.670 set seragam sekolah gratis telah dibagikan bagi siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, yang dilengkapi dengan penyaluran bantuan beasiswa.
  • Cakupan kesehatan Universal Health Coverage (UHC) berbasis KTP telah mencapai 98 persen dari total penduduk, diiringi dengan peningkatan insentif bagi 4.000 lansia menjadi Rp300.000.
  • Pemberdayaan UMKM melalui program pinjaman modal tanpa bunga telah menjangkau 1.500 pemohon dengan total nilai realisasi Rp1,3 miliar.
  • Perlindungan tenaga kerja lokal diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama 30 perusahaan Apindo yang memprioritaskan 20 persen kuota rekrutmen pekerja lokal, serta pelaksanaan 108 jenis pelatihan bagi 4.433 peserta.
  • Indikator kesejahteraan sosial menunjukkan tren positif dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menyentuh angka 83,8 dan angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.

“Semua raihan ini bukan klaim personal Amsakar-Li Claudia, melainkan hasil kontribusi kolektif dari pimpinan kecamatan, kelurahan, Forkopimda, hingga RT, RW, LPM, kader Posyandu, dan PKK,” tuturnya.

Capaian tersebut diakui oleh perwakilan Tokoh Masyarakat Kecamatan Sekupang, Fajar Fajri Pembudi, yang mengapresiasi langsung kelancaran perbaikan drainase, jalan, serta tertibnya layanan pengangkutan sampah di lingkungan perumahan warga.

Sebagai wujud apresiasi dan dukungan operasional kepada para garda terdepan masyarakat, Pemko Batam menutup rangkaian acara dengan menyerahkan insentif secara simbolis senilai Rp3.000.000 kepada para perwakilan RT, RW, dan LPM se-Kecamatan Sekupang. (*)

(Tim Redaksi)

📤 Bagikan Berita Ini: