Senin, Juni 29, 2026

Kapolda Kepri Sambangi Nelayan Anambas, HNSI Suarakan Masalah Tata Niaga dan Keselamatan Laut

Pilihan Editor

- Advertisement -
🎧 Gelar Fakta Audio

ANAMBAS, SAMUDERAKEPRI – Kapolda Kepulauan Riau melakukan kunjungan kerja dalam rangka mempererat silaturahmi dengan masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Kegiatan bertajuk “Temu Ramah Kapolda Kepulauan Riau bersama Nelayan” ini diselenggarakan oleh Polres Kepulauan Anambas di Restoran Anambas Resort pada Kamis, 14 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas, Fitra Hadi, menyampaikan sejumlah aspirasi penting di hadapan Kapolda. Fitra hadir menggantikan Ketua HNSI Anambas, Agustar, yang berhalangan hadir karena alasan kesehatan.

Apresiasi dan Bantuan Sosial

Fitra mengungkapkan bahwa kehadiran Kapolda di tengah-masyarakat nelayan merupakan momen bersejarah yang membawa pesan moral kuat. Dalam kesempatan tersebut, pihak Kepolisian juga menyalurkan bantuan sembako bagi para nelayan.

“Kami merasa terharu, ini pertama kalinya Bapak Kapolda hadir menyambangi nelayan secara langsung. Bantuan sembako ini sangat luar biasa karena nelayan adalah bagian masyarakat yang rentan miskin jika sumber daya perikanan tidak dikelola dengan baik,” ujar Fitra dalam sambutannya.

Soroti Tata Niaga dan Ilegal Fishing

HNSI secara khusus meminta dukungan kepolisian dalam mengawal tata niaga perikanan agar berjalan adil dan terbebas dari praktik monopoli. Selain itu, masalah hambatan transportasi logistik hasil perikanan serta maraknya penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) turut menjadi poin yang ditekankan.

“Kami berharap ada penguatan pengawasan laut oleh Polairud, terutama terkait kebijakan eksploitasi perikanan yang dilakukan dengan cara ilegal,” tambahnya.

Fasilitas SAR dan Keadilan Restoratif

Selain aspek ekonomi dan hukum, HNSI mengusulkan agar fasilitas armada kepolisian di wilayah perairan dapat difungsikan sebagai sarana Search and Rescue (SAR) untuk membantu penyelamatan nelayan dalam situasi darurat.

Terkait administrasi usaha, Fitra juga memohon agar pihak kepolisian mengedepankan sosialisasi dan pertimbangan administratif bagi para pengusaha lokal yang belum melengkapi perizinan, sebelum melakukan tindakan penegakan hukum.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, tokoh masyarakat, serta puluhan perwakilan nelayan dari Desa Tarempa Barat, Tarempa Timur, dan Pesisir Timur. (Tim Red)

- Catatan Redaksi -Penerbitan laporan informasi ini tunduk pada koridor hukum Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Media Samudera Kepri menjamin dan melayani Hak Jawab serta Hak Koreksi secara proporsional bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh materi pemberitaan ini demi menegakkan akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru