BINTAN, SAMUDERAKEPRI — Komitmen memperjuangkan masyarakat pulau tebal ditunjukkan Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd., saat menggelar rangkaian reses Masa Sidang III Tahun 2026 di tujuh titik wilayah kepulauan Kabupaten Bintan.
Agenda penyerapan aspirasi tersebut menjangkau Desa Air Glubi, Desa Mantang Besar, Desa Mantang Lama, Desa Mantang Baru, Desa Dendun, dan Desa Pangkil. Dalam kegiatannya, Dewi didampingi Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Suprapto serta Anggota DPRD Kabupaten Bintan Ahmad Makruf.
Di Desa Air Glubi, masyarakat pesisir menyampaikan kendala ketersediaan BBM bersubsidi bagi nelayan, kebutuhan pelatihan tersertifikasi Disnaker, perbaikan pelantar sekolah, hingga keterbatasan akses pendidikan bagi anak-anak Suku Laut.
Sementara di Desa Mantang Besar dan Mantang Lama, warga menyoroti masalah pengelolaan persampahan pesisir serta kebutuhan fasilitas sosial. Persoalan infrastruktur dermaga yang lapuk dan membahayakan keselamatan anak sekolah mengemuka di Desa Mantang Baru.
“Pembangunan infrastruktur dermaga Mantang Baru kita upayakan masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2027. Kalau anggaran belum memungkinkan sekaligus, kita kerjakan bertahap yang penting ada keberlanjutan,” terang Dewi Kumalasari.
Solusi Air Bersih dan Jaminan Kesehatan
Terkait krisis air bersih di Desa Dendun, Politisi Golkar Kepri ini memaparkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan solusi komprehensif berupa pemasangan jaringan pipa bawah laut tahun ini serta pembangunan empat titik sumur bor pendukung.
Sedangkan di Desa Pangkil, Dewi menyampaikan penguatan akses kesehatan melalui alokasi jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) sebesar Rp1 miliar serta penjaminan kepesertaan BPJS bagi warga kurang mampu.
Di setiap lokasi reses, Dewi turut menyerahkan bantuan stimulan secara langsung untuk kelompok PKK, BKMT, Posyandu, serta dana bantuan perbaikan swadaya dermaga warga setempat.
“Setiap aspirasi warga pulau kita catat dan kawal sesuai kewenangan APBD. Pembangunan Kepri harus menyentuh warga pesisir yang menghadapi tantangan geografis tersendiri,” tegasnya. (*)
(Tim Redaksi)


