SINGAPURA – Ketegangan bersenjata yang kembali membara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berimbas langsung pada ketidakstabilan sektor finansial global. Lonjakan harga minyak mentah dunia serta fluktuasi tajam di sejumlah bursa saham utama Asia menjadi bukti nyata kecemasan pelaku pasar atas kelancaran jalur logistik maritim internasional.
Dilansir dari laporan berkala pasar keuangan Al Jazeera pada Senin (29/6/2026), harga minyak mentah Brent sebagai tolok ukur internasional merangkak naik sekitar 0.9 persen. Pergerakan ini dipicu oleh aksi saling serang (tit-for-tat) menggunakan kekuatan militer akhir pekan lalu, yang mementahkan optimisme pasar terkait rencana pembukaan kembali Selat Hormuz untuk jalur kapal dagang secara normal.
Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Agustus tertahan di posisi 73.21 dolar AS per barel pada pukul 03:30 GMT. Angka ini tercatat 127 sen lebih tinggi dibandingkan hari sebelum konfrontasi bersenjata AS-Israel terhadap Iran meletus pada 28 Februari lalu.
“Rebound parsial minyak Brent pagi ini mencerminkan kondisi pasar yang mungkin bergerak terlalu cepat dalam merespons optimisme gencatan senjata,” jelas Fabien Yip, analis pasar dari IG di Sydney, Australia.
Menurut Yip, insiden serangan terhadap kapal komersial pada hari Kamis serta aksi saling balas akhir pekan kemarin menjadi reality check bahwa nota kesepahaman (MoU) yang ada saat ini masih sangat rapuh karena belum memuat detail penegakan hukum yang konkret.
Di sektor pasar modal, bursa saham Asia bergerak bervariasi (mixed). Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 0.7 persen, sementara Kospi Korea Selatan anjlok cukup dalam hingga 1.9 persen. Penurunan terdahsyat dialami oleh saham-saham raksasa teknologi yang terafiliasi dengan demam kecerdasan buatan (AI boom) akibat munculnya perdebatan investor mengenai efisiensi pengembalian investasi.
- SoftBank Group (Jepang): Saham konglomerat teknologi ini ambles sekitar 5 persen.
- Advantest Corporation (Jepang): Produsen utama alat pengujian semikonduktor ini merosot hingga 3.7 persen.
- Samsung Electronics (Korsel): Korporasi memori chip global ini jatuh mendekati angka 5 persen.
- SK Hynix (Korsel): Produsen semikonduktor ini melemah hingga 4 percent.
Sebaliknya, tren positif justru terjadi di wilayah lain di mana indeks Hang Seng Hong Kong melonjak hingga 2.2 persen dan indeks Taiex Taiwan menguat 1.4 persen pada perdagangan Senin pagi.
Di tengah gejolak pasar tersebut, laporan dari beberapa media internasional menyebutkan adanya upaya diplomatik baru di mana Washington dan Teheran dilaporkan sepakat untuk menghentikan kontak senjata dan berencana menggelar perundingan lanjutan di Doha, Qatar, pada hari Selasa mendatang. Namun hingga saat ini, pihak otoritas Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana gencatan senjata maupun agenda pertemuan tersebut. (*)

![Boats sit anchored off Oman's northern Musandam Peninsula near the Strait of Hormuz on June 27, 2026 [AFP] Deretan kapal pengangkut logistik maritim dunia yang lego jangkar di sekitar perairan utara semenanjung Musandam Oman dekat Selat Hormuz.](https://www.samuderakepri.co.id/wp-content/uploads/2026/06/Boats-sit-anchored-off-Omans-northern-Musandam-Peninsula-near-the-Strait-of-Hormuz-on-June-27-2026-AFP-696x464.webp)
