BATAM, SAMUDERAKEPRI — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik tidak boleh berhenti sebatas wacana, seremoni, atau sekadar pemenuhan dokumen administrasi. Setiap terobosan birokrasi wajib memberikan dampak serta efisiensi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Amsakar saat membuka Puncak Penganugerahan Batam Innovation Award (BIA) 2026 sekaligus meresmikan peluncuran Batam Policy Lab di Auditorium Politeknik Negeri Batam, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Batam ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, serta jajaran ASN Pemko Batam.
Dalam arahannya, Amsakar mengingatkan bahwa pola kerja konvensional sudah tidak relevan untuk menjawab tantangan pelayanan di era digital. Birokrasi dituntut bergerak cepat, adaptif, dan terus melahirkan inovasi yang memiliki nilai tambah (added value).
“Di era saat ini, tanpa inovasi kita akan sangat lambat dan tidak responsif. Kerja berorientasi inovasi inilah yang memberikan nilai tambah serta efisiensi nyata bagi pelayanan masyarakat. Inovasi yang diciptakan pun harus berdampak positif untuk masyarakat,” tegas Amsakar.
Ia menambahkan, penguatan inovasi dan digitalisasi pelayanan—seperti tapping box pajak serta sistem perizinan Indonesia Batam Online Single Submission (I-Boss)—berkontribusi signifikan terhadap peningkatan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi Batam yang mencatatkan angka 7,25 persen serta realisasi investasi mencapai Rp35 triliun pada Semester I 2026.
Partisipasi Meningkat Pesat dan Peluncuran Batam Policy Lab
Sementara itu, Kepala Brida Kota Batam, Efrius, melaporkan adanya lonjakan partisipasi peserta pada ajang BIA 2026. Tahun ini, Brida berhasil menghimpun sebanyak 202 inovasi (106 berbasis digital dan 96 nondigital) dari 180 pengusul, meningkat drastis dibandingkan tahun 2025 yang mencatatkan 118 inovasi dari 78 pengusul.
“Seluruh karya inovasi ini juga akan dibukukan dalam Buku Kumpulan Inovasi Jilid 2,” ungkap Efrius.
Selain penganugerahan BIA 2026, Pemko Batam meluncurkan Batam Policy Lab, sebuah laboratorium kebijakan nonstruktural berbasis riset dan data terpadu guna menghasilkan formula kebijakan publik yang presisi.
Daftar Pemenang Utama Batam Innovation Award 2026
Penilaian BIA 2026 melibatkan dewan juri independen dari berbagai perguruan tinggi dan instansi. Berikut ringkasan peraih penghargaan Juara 1 pada masing-masing kategori:
- Inovasi Digital Terbaik: Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam — eBPHTB 2.0: Pengelolaan BPHTB Terintegrasi untuk Peningkatan Layanan Pajak.
- Inovasi Non-Digital Terbaik: SMP Negeri 12 Batam — PREMIS (Program Tahfidz Berprestasi dengan Moderasi di Sekolah Negeri).
- OPD Terinovatif: Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam.
- UPD Terinovatif: UPT Puskesmas Lubuk Baja.
- Kelurahan Terinovatif: Kelurahan Kampung Pelita.
- SMP Terinovatif: SMP Negeri 29 Batam.
- SD & TK Terinovatif: SD Negeri 006 Batu Aji.
Seluruh pemenang mendapatkan piagam penghargaan serta dana pembinaan sebesar Rp10 juta untuk Juara I, Rp8 juta untuk Juara II, Rp6 juta untuk Juara III, dan Rp4 juta untuk Juara Harapan I. (*)
(Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur / Tim Redaksi)


