Rabu, Mei 20, 2026
More

    Mengubah Historiografi Asia Tenggara: Peneliti Bintan Paparkan Bukti “Melaka Berdiri 1252 M” di Institut Tun Perak

    Pilihan Editor

    MELAKA, SAMUDERAKEPRI — Sebuah momentum krusial yang berpotensi mengubah peta sejarah Asia Tenggara berlangsung di Melaka. Encik Nuri Che Shiddiq, peneliti sejarah maritim asal Bintan, dipanggil oleh Institut Tun Perak untuk memaparkan draf riset dekonstruksi sejarah dalam sebuah pertemuan ilmiah yang dihadiri para akademisi terkemuka dan profesor, Senin (18/5/2026).

    Dalam pembentangan tersebut, disajikan sejumlah bukti radikal yang menggugat narasi tradisional warisan kolonial mengenai tahun berdirinya Kerajaan Melaka.

    Meruntuhkan Narasi Kolonial “Tahun 1400 M”

    Selama berabad-abad, kronologi sejarah arus utama yang dipengaruhi perspektif kolonial menetapkan bahwa Melaka didirikan pada tahun 1400 M oleh seorang pelarian. Namun, lewat sintesis mendalam dari Arsip Sejarah Lisan Bukit Batu (2006) serta analisis konstitusional dokumen Qanun (1276 M), Encik Nuri Che Shiddiq memaparkan data bahwa Kerajaan Melaka sesungguhnya telah berasas sejak tahun 1252 M.

    Berdasarkan temuan tersebut, pendirian Melaka bukan merupakan sebuah kebetulan sejarah, melainkan bagian dari strategi geopolitik terstruktur selama delapan bulan pasca-agresi militer Singhasari ke Singapura pada tahun 1252 M.

    Tiga Poin Krusial “Kronologi 1252”

    Dalam dialog akademik bersama jajaran panelis Institut Tun Perak, terdapat tiga argumen utama yang ditekankan untuk memvalidasi garis waktu baru ini:

    • Mandat Kedaulatan dari Bintan: Legitimasi kekuasaan Melaka bersumber langsung dari Bintan melalui restu Ratu Bentan (Al-Maliqah) kepada Iskandarsyah.
    • Kodifikasi Hukum Berusia Tua: Keberadaan dokumen Qanun Sultan Muhammad Syah I pada tahun 1276 M menjadi bukti autentik bahwa Melaka telah memiliki sistem hukum dan tata administrasi negara yang matang jauh sebelum abad ke-15.
    • Sumbu Kosmis Pembangunan: Penancapan Tiang Seri Istana yang dibawa secara fisik dari Bintan ke muara Sungai Bertam pada tahun 1252 M merupakan tindakan pengasasan (pendirian) resmi kerajaan.

    Pemulihan Marwah Peradaban Melayu

    Para profesor dan panelis dari Institut Tun Perak memberikan atensi besar terhadap temuan ini. Riset ini dinilai menjadi langkah penting dalam mengoreksi narasi sejarah masa lalu yang cenderung mengecilkan kematangan sistem peradaban maritim di Nusantara.

    “Ini bukan sekadar perubahan angka tahun, ini adalah pemulihan maruah peradaban,” ungkap salah satu perwakilan dari pihak Institut Tun Perak.

    Pertemuan ilmiah lintas negara ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi akademis yang lebih luas untuk menyelaraskan kembali kurikulum sejarah maritim Nusantara secara jujur, objektif, dan mandiri berdasarkan sumber-sumber primer yang valid. (**)

    Artikel lainnya

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

    - Advertisement -spot_img

    Artikel terbaru