Jumat, Mei 1, 2026
More

    Krisis RSUD dan Dermaga Bongkar Muat, Bupati Karimun Turun ke Kundur

    Pilihan Editor

    Kundur, SamuderaKepri – Sehari menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), sejumlah persoalan muncul di Kundur. Tiga hal yang menjadi sorotan adalah pelayanan di RSUD yang dilaporkan tidak memberikan makan kepada belasan pasien opname, keluhan dari sejumlah pengusaha perdagangan, serta keresahan buruh bongkar muat (TKBM) dan supir truk (IPTK) terkait kondisi dermaga bongkar muat barang yang terancam roboh.

    Menanggapi hal tersebut, Bupati Karimun Ing Iskandarsyah turun langsung ke Tanjungbatu pada Kamis (30/4/2026). Agenda pertama dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dengan kunjungan ke RSUD bersama rombongan dari Tanjungbalai. Bupati ditemani Direktur dan staf RSUD, namun kunjungan hanya berlangsung sekitar 50 menit sebelum rombongan melanjutkan agenda ke Agora Sentral Hiburan dan Café/Restoran di Jalan Dwikora.

    Krisis RSUD dan Dermaga Bongkar Muat, Bupati Karimun Turun ke Kundur

    Sekitar pukul 10.00 WIB, Bupati bertemu dengan pihak perusahaan dan sejumlah pengusaha. Salah satu laporan menyebutkan banyak usaha yang tutup, termasuk Agora yang akan berhenti beroperasi akhir Mei 2026, serta Yuni Food Court yang sudah tutup lebih dulu. Hadir dalam pertemuan tersebut pemilik Agora, Ahok, sejumlah distributor seperti Herman, serta perwakilan APINDO Karimun. Namun tidak tampak perwakilan DPRD Karimun dari Dapil IV, Kapolsek, Kacabjari, Danramil, maupun Lurah Tanjungbatu Kota. Pertemuan hanya dihadiri Camat Kundur, Nurdin, dan berlangsung sengit dengan banyak pertanyaan serta pernyataan dari kedua belah pihak.

    Agenda terakhir adalah pertemuan dengan perwakilan TKBM dan IPTK Kundur, yakni Ketua TKBM Agus Syarif dan Ketua IPTK Brawi. Mereka menyampaikan permohonan agar dermaga bongkar muat di Jalan Jenderal Sudirman dibongkar total karena dianggap tidak layak pakai dan berisiko ambruk dalam beberapa bulan ke depan. Dermaga tersebut diduga merupakan aset Kabupaten Karimun namun tidak memiliki dokumen resmi sehingga harus dibuat baru.

    Kedua ketua organisasi telah mengirimkan surat permohonan disertai gambar pelabuhan kepada Bupati, dengan tembusan ke Wakil Bupati, Ketua DPRD Karimun, Kadis Perhubungan, Kabid Dermaga, serta instansi terkait lainnya. TKBM Kundur beranggotakan sekitar 500 orang, sementara IPTK beranggotakan sekitar 40 orang. Dalam pertemuan itu, Bupati sempat diminta nomor telepon yang bisa dihubungi, namun nomor yang diberikan disebut tidak aktif. Bupati juga menolak ajakan untuk meninjau langsung lokasi dermaga dengan alasan rombongan harus segera meninggalkan lokasi Agora.

    Sumber lain menyebutkan adanya data valid terkait alokasi anggaran RSUD tahun 2026 sebesar Rp7,9 miliar yang mencakup operasional dasar (air, listrik, kebutuhan pasien termasuk makan minum), pengadaan dan perawatan peralatan medis, ketersediaan obat dan darah, serta operasional ambulans. Pertanyaan publik pun muncul mengenai kejelasan penggunaan dana tersebut. Sementara itu, sektor perdagangan juga mengalami penurunan daya beli masyarakat dan investasi yang melemah.

    Redaksi SamuderaKepri.co.id akan menindaklanjuti pemberitaan khusus mengenai dermaga dalam edisi selanjutnya.

    Catatan Redaksi

    Berita ini disusun berdasarkan hasil liputan lapangan dan pernyataan resmi pihak terkait. Redaksi SamuderaKepri.co.id membuka ruang hak jawab bagi instansi atau pihak lain yang ingin memberikan klarifikasi sesuai Pasal 5 ayat (2) UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.

    Laporan: Hendrik

    Editor: Tim Redaksi SamuderaKepri.co.id

    Artikel lainnya

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

    - Advertisement -spot_img

    Artikel terbaru