SAMUDERAKEPRI, SHANGHAI – Kejuaraan Dunia ABB FIA Formula E kembali hadir di Shanghai untuk musim 2025/2026. Sebagai mitra logistik resmi sejak 2013, DHL memainkan peran krusial dalam memastikan seluruh rangkaian balapan yang sangat kompleks ini berjalan dengan presisi tinggi di 11 kota di seluruh dunia.
Setiap balapan dalam musim ini membutuhkan transportasi sekitar 400 metrik ton kargo, yang mencakup 21 mobil balap listrik, infrastruktur pengisian daya, hingga peralatan siaran. Dalam ajang Shanghai E-Prix 2026, DHL melakukan koordinasi moda transportasi darat dan laut yang sangat ketat untuk memenuhi tenggat waktu balapan.
Di balik kemeriahan balapan, kemitraan ini menyoroti tantangan besar dalam logistik baterai lithium-ion. Setiap balapan melibatkan pengangkutan sekitar 31 baterai berkinerja tinggi dengan berat masing-masing sekitar 400 kg. Karena dikategorikan sebagai barang berbahaya, setiap tahap pengirimannya harus mematuhi standar ketat IATA dan ICAO, termasuk pengemasan khusus dan prosedur penanganan yang tersertifikasi.
Federico Cavani, Head of Motorsports Italy DHL Global Forwarding, menyatakan bahwa logistik Formula E mencerminkan tantangan yang dihadapi pelanggan DHL seiring dengan percepatan elektrifikasi global. “Setiap balapan mungkin terlihat mulus di lintasan, namun di balik layar terdapat operasi logistik yang sangat kompleks,” ungkapnya.
China sendiri kini menjadi pusat ekosistem baterai global, dengan pangsa pasar produksi baterai mencapai lebih dari 75% di tahun 2025. Stephen Zhang, Vice President Ocean Freight Greater China DHL, menambahkan bahwa perusahaannya kini menangani lebih dari 10.000 TEUs baterai dan material terkait yang diekspor dari China ke berbagai pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa.
Melalui strategi “Strategy 2030”, DHL berkomitmen mendukung transisi energi global dengan menyediakan solusi logistik untuk sektor energi baru, mulai dari tenaga angin, surya, hingga infrastruktur kendaraan listrik, guna mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2050. (*)




