Modal Paspor Pelancong Dari Batam Jadi TKI Ilegal Hingga Hampir di Perkosa

0
66

Kota Batam Masih Menjadi Pintu Masuk TKI Ilegal

samuderakepri.co.id, Batam – TKI asal kepri harus memendam keinginannya untuk bekerja di Malaysia, di janjikan bekerja di restoran, malah di pekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Malangnya lagi, mengaku sempat akan diperkosa dan perlakuan yang tidak baik oleh anak majikannya.

Ikuti berita populer lainnya di Google News SAMUDERAKEPRI

Ikuti berita populer lainnya di saluran WhatsApp SAMUDERA KEPRI

“Sebelum diberangkatkan ke Malaysia, saya dijanjikan akan di pekerjakan disalah satu restoran yang ada di sana. Namun sesampainya saya di Malaysia, saya dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga,” kata dia seperti dikutip dari gerbangkepri.com, Rabu (01/2).

Modal Paspor Pelancong Dari Batam Jadi TKI Ilegal Hingga Hampir di Perkosa Poto QQ
Modal Paspor Pelancong Dari Batam Jadi TKI Ilegal Hingga Hampir di Perkosa (Poto : QQ )

“Saya dipekerjakan di rumah majikan mulai dari pagi sampai dengan larut malam. Dan hanya di kasih makan satu hari satu kali, itu pun cuma makan mie,” kata dia.

“Yang membuat saya ketakutan bekerja di rumah majikan itu, kemaren pas majikan saya keluar rumah, saya hampir di perkosa dengan anaknya, untungnya saya segera mengunci pintu dan langsung menghubungi keluarga,” kata dia.

“Setelah kejadian itu, keluarga saya langsung menghubungi calo Inisial A sebagai orang yang mempertemukan dengan penyalur Inisial I yang memberangkatkan saya ke Malaysia. Awalnya pihak Inisial A tidak ingin memulangkan saya ke Indonesia, tepatnya di Kota Batam dengan alasan mereka sudah banyak keluar uang buat keberangkatan saya mulai dari pembuatan Paspor untuk kasih orang Imigrasi Batam, hingga biaya makan saya selama beberapa hari ditampung di rumah penyalur. Padahal menurut cerita dari majikan saya di Malaysia, sebelum saya diberangkatkan ke Malaysia, terlebih dahulu majikan di Malaysia sudah mengirimkan sejumlah uang kepada Inisial A dan Inisial I sebagai ganti rugi dalam pengurusan biaya operasional saya,” kata dia.

“Parahnya lagi, setibanya saya di Malaysia, Inisial A dan Inisial I bilang kalau selama tiga bulan bekerja, saya tidak akan terima uang gaji, karena dipotong untuk biaya operasional keberangkatan saya, dan makan selama di tampung dirumah I. Saya merasa kok kejam sekali Inisial A dan Inisial I itu. Kapok saya bekerja keluar Negeri dengan adanya kasus ini. Sebelumnya, dikarenakan Inisial A dan Inisial I tidak komitmen dalam berucap, teman-teman lain yang pernah berangkat ke Malaysia bahkan berdasarkan informasi yang saya terima ada yang melarikan diri,” kata dia.

Menurut pengakuan calo / penyalur TKI Ilegal untuk pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, telah menyetorkan uang sebesar Rp 2.500.000,- kepada salah satu oknum Petinggi Imigrasi.

“Pembuatan Paspor itu kita buat sebesar Rp 2.500.000,- di Imigrasi Harbour Bay. Itu sudah termasuk murah loh, kadang ada di minta Rp 5.000.000,- bahkan Rp 8.000.000,” kata dia.

Ditempat yang berbeda, Subki Miuldi Kapala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam tidak berhasil ditemui di kantornya pasalnya tidak berada ditempat, Jum’at (20/01/2023) siang. Melalui pesan Whatsapp Subki Miuldi mengatakan, “Saya di Tanjungpinang, karena sedang ada pelantikan, “nanti saya cek jadwal ya,” kata dia.

Subki Miuldi, saat dimintai tangapannya Melalui pesan Whatsapp, Selasa, (31/01/2023), belum memberikan tangapannya sampai berita ini di tayangkan. (GK.com/RP)

Tinggalkan Balasan