Tekan Kasus Tuberkulosis, TP-PKK Batam Dorong Deteksi Dini Hingga Tingkat RT RW

Pilihan Editor

- Advertisement -
🎧 Gelar Fakta Audio

SAMUDERAKEPRI, BATAM – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, menegaskan komitmen penuh jajarannya dalam mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis (TB). Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan edukasi, deteksi dini, serta pendampingan pasien secara berkala. Dilansir dari rilis resmi Humas Diskominfo Batam pada Selasa (14/7/2026), hal tersebut disampaikan saat membuka agenda Talkshow dan Deklarasi Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TB) untuk Kelurahan Tanjung Buntung dan Kelurahan Bengkong Laut di Hotel Golden View, Bengkong.

Erlita memaparkan bahwa penyakit tuberkulosis masih menjadi tantangan serius di bidang kesehatan nasional mengingat Indonesia termasuk negara dengan jumlah kasus TB tertinggi di dunia. Kendati demikian, ia mengingatkan masyarakat bahwa TB merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan secara total. Oleh karena itu, ia meminta warga untuk tidak mengucilkan para penderita, melainkan harus merangkul dan memberikan dukungan moral dari lingkungan keluarga serta tetangga terdekat agar pasien senantiasa bersemangat menjalani masa pengobatan medis hingga tuntas.

Guna mempercepat pemutusan rantai penularan bakteri melalui percikan droplet ini, Erlita menginstruksikan kepada seluruh kader PKK Kota Batam untuk mengambil peran lebih aktif berkolaborasi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Para kader diharapkan dapat bergerak massif memberikan edukasi kesehatan, melakukan pelacakan deteksi dini, serta mendampingi pasien secara intensif hingga ke tingkat lingkungan RT dan RW. Langkah taktis ini dinilai strategis untuk memperluas cakupan penanganan berbasis komunitas menuju wilayah yang bebas dari tuberkulosis.

Di akhir sambutannya, Erlita turut mengimbau masyarakat luas untuk lebih peka dan peduli terhadap indikasi gejala TB. Beberapa gejala klinis yang patut diwaspadai di antaranya adalah batuk konstan yang berlangsung selama dua minggu atau lebih, penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab jelas, kondisi demam, hingga sering berkeringat pada malam hari. Warga yang mengeluhkan gejala tersebut diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar memperoleh penanganan sedini mungkin. (*)

- Catatan Redaksi -Penerbitan laporan informasi ini tunduk pada koridor hukum Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Media Samudera Kepri menjamin dan melayani Hak Jawab serta Hak Koreksi secara proporsional bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh materi pemberitaan ini demi menegakkan akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru