Jaga Kamtibmas, 1.246 Personel Gabungan Amankan Demo Ojol dan Mahasiswa di Monas-DPR

Pilihan Editor

- Advertisement -
🎧 Gelar Fakta Audio

JAKARTA – Sebanyak 1.246 personel gabungan dari jajaran kepolisian dikerahkan secara masif untuk mengawal dan mengamankan dua titik aksi penyampaian pendapat di muka umum yang berlangsung di wilayah hukum Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026). Penebalan pasukan pengamanan ini difokuskan pada kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, serta kawasan kompleks parlemen Gedung DPR/MPR RI, Senayan.

Dilansir dari rilis resmi Humas Polri, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, merincikan bahwa konsentrasi massa di ibu kota terbagi menjadi dua pergerakan besar yang dijadwalkan mulai memadati lokasi sejak pukul 10.00 WIB.

Aksi unjuk rasa pertama digerakkan oleh aliansi Gerakan Ojol Indonesia Bersatu bersama sejumlah elemen masyarakat sipil lainnya yang mengambil titik kumpul di sekitaran kawasan Monas, Gambir. Sementara pada jam yang sama, aksi penyampaian aspirasi paralel juga ditabuh oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi yang menggelar orasi di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR RI, Senayan.

“Unjuk rasa dari Gerakan Ojol Indonesia Bersatu di Gambir pukul 10.00 WIB, sedangkan aksi dari Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi bertempat di Gedung DPR/MPR RI pada waktu yang sama,” jelas Iptu Erlyn Sumantri dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

Pengamanan Berlapis dan Rekayasa Lalu Lintas Situasional

Guna menjamin keamanan, ketertiban, serta kelancaran jalannya penyampaian aspirasi tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia menerjunkan kekuatan penuh sejumlah 1.246 personel gabungan. Skuad keamanan ini terdiri atas personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga perbantuan dari Polsek jajaran setempat. Sebelum terjun ke titik pembagian ploting, seluruh personel wajib mengikuti apel gelar pasukan pengamanan pada pukul 08.00 WIB demi memastikan kesiapan operasional di lapangan.

Selain penyiagaan pagar hidup dan personel pengamanan berlapis, Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat juga telah merumuskan skema rekayasa arus lalu lintas di sekitar lokasi demo. Kendati demikian, pemberlakuan penutupan jalan maupun pengalihan arus kendaraan akan diterapkan secara situasional dengan melihat dinamika eskalasi jumlah massa dan perkembangan kondisi riil di lapangan.

Pihak kepolisian secara terbuka mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan agar sedapat mungkin menghindari ruas jalan di seputaran Monas dan area Gedung DPR/MPR RI selama kegiatan unjuk rasa berlangsung. Langkah antisipasi ini penting dilakukan guna meminimalisir potensi terjebak kepadatan arus lalu lintas. Warga diharapkan dapat memanfaatkan rute atau jalur alternatif serta menyesuaikan kembali waktu keberangkatan agar aktivitas harian tetap berjalan dengan nyaman. (*)

- Catatan Redaksi -Penerbitan laporan informasi ini tunduk pada koridor hukum Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Media Samudera Kepri menjamin dan melayani Hak Jawab serta Hak Koreksi secara proporsional bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh materi pemberitaan ini demi menegakkan akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru