TANJUNGPINANG, SAMUDERAKEPRI — Kawasan wisata Tugu Sirih dan Taman Gurindam 12, yang digadang-gadang sebagai salah satu ikon estetika dan kebanggaan Kota Tanjungpinang, justru menyajikan pemandangan yang memprihatinkan. Pada Minggu pagi (18/7/2026), ruang publik yang seharusnya menjadi tempat rekreasi sehat bagi masyarakat pesisir dan wisatawan ini justru berubah menjadi lautan sampah pasca-aktivitas malam minggu.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan potret buruk pengelolaan kebersihan dan rendahnya disiplin publik di kawasan strategis tersebut. Sampah-sampah yang didominasi oleh bahan non-organik berserakan di berbagai titik, mulai dari area utama Tugu Sirih hingga sepanjang Taman Gurindam 12.
Berikut adalah beberapa poin krusial yang berhasil dihimpun dari kondisi di lapangan:
Dominasi Sampah Plastik: Jenis sampah yang berserakan didominasi oleh plastik sekali pakai, botol kemasan minuman, serta sisa-sisa makanan yang tertiup angin hingga mengotori wilayah tanggul laut dan taman.
Keterlambatan Pengangkutan: Selain sampah yang berserakan akibat ulah pengunjung, terlihat pula sejumlah kantong sampah yang sudah dikumpulkan namun dibiarkan menumpuk dan belum diangkut oleh petugas kebersihan hingga pagi hari.
Dampak Estetika dan Lingkungan: Kondisi ini merusak fungsi kontrol sosial ruang publik yang bersih, mengganggu kenyamanan warga yang beraktivitas olahraga pagi, serta berpotensi mencemari ekosistem perairan di sekitar kawasan pesisir Tanjungpinang.
Kekecewaan mendalam dirasakan langsung oleh masyarakat yang memanfaatkan area ini untuk berolahraga. Eby (25), salah seorang pengunjung, menyayangkan pemandangan buruk yang merusak estetika kota ini.
“Sangat mengganggu pemandangan dan tidak enak dilihat. Sampahnya di mana-mana. Seharusnya masyarakat bisa menjaga kebersihan,” ujar Eby dengan nada kecewa.
Senada dengan Eby, Fittiana, warga Kota Tanjungpinang lainnya, menyoroti pentingnya kesadaran kolektif dan ketegasan regulasi di area publik. Ia menegaskan bahwa kebersihan kawasan wisata ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama yang menuntut kedisiplinan tinggi dari setiap individu yang datang berkunjung.
Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan di area publik, ketersediaan fasilitas tempat pembuangan sampah yang memadai, hingga optimalisasi jadwal pengangkutan sampah oleh instansi terkait agar tidak terjadi penumpukan yang merusak pemandangan ikon wisata kota. (jep/red)
KOMITMEN REDAKSI:
Media Samudera Kepri, melalui program investigasi “Gelar Fakta”, berkomitmen untuk terus mengawal isu kebersihan lingkungan, pengelolaan fasilitas publik, serta transparansi kinerja instansi terkait di Tanjungpinang. Kami akan terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga keasrian ruang publik demi keadilan ekologis masyarakat pesisir dan keterbukaan informasi publik yang akurat.


