⚡ Ringkasan 1 Menit
Pemerintah Kota Batam dan Medan telah menjajaki kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk investasi, pengembangan UMKM, dan penyerapan tenaga kerja terampil. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan bahwa realisasi investasi di Kota Batam telah mencapai Rp30 triliun pada Semester I 2026, dengan fokus pada inovasi pelayanan kemudahan berusaha dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Pemerintah Kota Medan menunjukkan ketertarikannya untuk mempelajari skema kemudahan perizinan dan penjemputan bola investasi di Batam, serta membuka peluang kerja sama konkret melalui promosi silang produk UMKM unggulan. Kesepakatan untuk menindaklanjuti pembahasan secara teknis telah dicapai oleh kedua pihak.
BATAM, SAMUDERAKEPRI — Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Pemerintah Kota Medan membuka peluang kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari investasi, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga penyerapan tenaga kerja terampil.
Penjajakan kerja sama antardaerah tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama rombongan yang diterima langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (26/8/2026).
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi studi komparatif tersebut sebagai ruang bagi kedua daerah untuk saling memperkuat keunggulan serta memperluas inovasi tata kelola pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi.
Inovasi Investasi dan Pemberdayaan UMKM Batam
Dalam pertemuannya, Amsakar memaparkan bahwa realisasi investasi di Kota Batam hingga Semester I 2026 telah mendekati angka Rp30 triliun. Capaian tersebut ditopang oleh inovasi pelayanan kemudahan berusaha, seperti penerapan Dashboard Investasi Real Time serta pembentukan tim 30 Duta Investasi yang bertugas memfasilitasi dan mendampingi investor secara proaktif.
Investasi di Batam kini kian meluas ke sektor digital, seperti pusat data (data center) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) di Nongsa Digital Park.
Di sektor pemberdayaan ekonomi kerakyatan, Pemko Batam bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menghadirkan program pinjaman tanpa bunga bagi usaha mikro, serta pengelolaan dana bergulir melalui BLUD PPD dengan suku bunga rendah 4 persen per tahun.
“Pemko fokus menangani lima masalah utama UMKM, yakni manajemen, permodalan, pemasaran, pengemasan, dan pendampingan,” terang Amsakar.
Peluang Kerja Sama Konkret dan Penyerapan Tenaga Kerja
Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari skema kemudahan perizinan serta penjemputan bola investasi yang diterapkan di Batam.
Medan membuka peluang kerja sama konkret melalui promosi silang (cross-display) produk UMKM unggulan antara Galeri Mustika Deli Medan dan Dekranasda Kota Batam. Selain itu, terbuka pula peluang penyaluran tenaga kerja terampil dari Medan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan investasi yang berkembang pesat di Batam.
Pertemuan strategis ini ditutup dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti pembahasan secara teknis melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dari masing-masing kota. (*)


