BINTAN, SAMUDRAKEPRI – Semangat persaudaraan serumpun kembali diperteguh melalui penyelenggaraan Malam Silaturahmi Kerabat Bintan dan Zuriat serta Kerabat Raja Melayu Melaka. Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan dan kehormatan ini digelar sebagai upaya nyata pelestarian warisan budaya Melayu.
Pertemuan bersejarah tersebut mempertemukan tokoh-tokoh kerabat Melayu dari Bintan dan Melaka dalam satu majelis. Tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, momentum ini juga melahirkan komitmen bersama untuk memperkuat identitas, kebudayaan, dan peradaban Melayu di tengah derasnya arus modernisasi.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan Kerabat Raja Melayu Melaka dipimpin oleh Tengku Zulkifli bin Tengku Haji Ibrahim dan Tengku Haji Ibrahim bin Tengku Ismail, dengan didampingi oleh Tengku Mazlan bin Tengku Haji Ibrahim.
Sementara itu, pihak Kerabat Bintan dipimpin langsung oleh Tunku Muhammad Amin Asy-Syah Alam Billah. Ia didampingi oleh Ketua Al Syura Bintan Tun Muchtar, Encek Muhammad Noi, Wan Jumat, Tun Karim, serta sejumlah tokoh masyarakat, budayawan, dan pemerhati sejarah Melayu.


Isi Manifesto Budaya Bintan–Melaka
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Manifesto Budaya Bintan–Melaka. Dokumen kesepahaman ini menegaskan tekad bersama untuk menjaga, mendokumentasikan, mengembangkan, dan mewariskan warisan budaya Melayu kepada generasi mendatang.
Secara garis besar, manifesto tersebut memuat komitmen kerja sama dalam:
- Pelestarian sejarah dan penelitian warisan Melayu.
- Pendidikan kebudayaan dan penguatan bahasa Melayu.
- Pembangunan jaringan kebudayaan antar-komunitas Melayu di Nusantara hingga tingkat global.
Para tokoh yang hadir menilai bahwa warisan Melayu bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan modal strategis bagi pembangunan masa depan. Nilai-nilai luhur seperti ilmu pengetahuan, adab, musyawarah, kejujuran, semangat maritim, dan keterbukaan dinilai tetap relevan dalam menghadapi tantangan global abad ke-21.


Penganugerahan Darjah Kerabat Bintan
Sebagai simbol penghormatan dan pengukuhan hubungan persaudaraan yang telah terjalin selama berabad-abad, Kerabat Diraja Bintan menganugerahkan Darjah Kerabat Bintan kepada tokoh Melaka yang berjasa menjaga kesinambungan warisan budaya.
Berikut adalah para penerima tanda kehormatan tersebut:
| Penerima Tanda Kehormatan | Gelar Anugerah |
| Tengku Haji Ibrahim bin Tengku Ismail | Darjah Kerabat Bintan Peringkat Pertama |
| Tuan Tehe bin Mat Samad | Darjah Kerabat Bintan Peringkat Kedua |
Penganugerahan ini disambut hangat sebagai lambang persaudaraan yang melampaui batas wilayah dan generasi.

Menatap Masa Depan dan Pesan untuk Generasi Muda
Dalam pandangan yang disampaikan pada majelis tersebut, para tokoh menegaskan bahwa kebangkitan Melayu tidak cukup hanya dengan mengenang romantisme sejarah. Kebangkitan nyata harus diwujudkan melalui penguatan pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kreatif, serta pembentukan karakter generasi muda.
“Bangsa Melayu memiliki tradisi intelektual, maritim, perdagangan, dan diplomasi yang pernah menjadi kekuatan penting dunia. Warisan inilah yang perlu dihidupkan kembali sebagai sumber inspirasi untuk membangun masyarakat yang maju, berilmu, dan berdaya saing,” ujar perwakilan tokoh yang hadir.
Melalui Manifesto Budaya Bintan–Melaka, para peserta menyerukan pesan kuat agar generasi muda Melayu:
- Menjadikan sejarah sebagai sumber pembelajaran.
- Menjadikan budaya sebagai identitas diri.
- Menjadikan ilmu sebagai kekuatan utama.
- Menjadikan persatuan sebagai fondasi masa depan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi pemantik awal terbentuknya jaringan kerja sama budaya yang lebih luas di kawasan Nusantara. Bintan dan Melaka kembali menegaskan perannya sebagai poros persaudaraan, pelestarian budaya, sekaligus penggerak lahirnya generasi Melayu yang maju, bermartabat, dan berwawasan global.
(Redaksi)


