SAMUDERAKEPRI, MALANG — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia kini tengah menunjukkan hasil nyata dari pengelolaan potensi strategis di berbagai sektor. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus melakukan lompatan pembangunan, terutama dalam penguatan kemandirian energi dan pengembangan industri dalam negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Dalam pidatonya, Presiden menyoroti keberhasilan Indonesia memproduksi bahan bakar B50 berbasis kelapa sawit yang sukses menekan ketergantungan terhadap impor solar.
“Sebelumnya kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Sekarang, kita akan melangkah lebih jauh dengan mengembangkan bioetanol,” ujar Presiden. Guna mempercepat target tersebut, Presiden telah memutuskan untuk membangun minimal 30 hingga 50 pabrik bioetanol baru di Indonesia, menyusul langkah Brasil dan India yang telah lebih dulu sukses mengimplementasikan penggunaan bahan bakar nabati.
Selain sektor energi, Presiden juga menyatakan optimisme terhadap kemampuan industri otomotif nasional. Dalam waktu dekat, pemerintah akan meluncurkan motor dan mobil listrik yang sepenuhnya merupakan karya anak bangsa. Kemampuan industri nasional ini sebelumnya telah dibuktikan melalui industri pertahanan, di mana senapan serbu dan pistol produksi dalam negeri berhasil mengantarkan prajurit TNI menjuarai kompetisi menembak internasional sebanyak 12 kali berturut-turut.
“Kita optimis, kita canangkan cita-cita setinggi langit bahwa Indonesia akan jadi negara makmur. Kita bukan bangsa yang lemah atau bodoh, kita sekarang adalah bangsa yang bangkit,” tegas Presiden Prabowo di hadapan masyarakat.
Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia sendiri, Presiden meyakini Indonesia memiliki modal yang cukup untuk bertransformasi menjadi negara industri modern yang mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya. (*)


