BATAM, SAMUDERAKEPRI — Pemerintah Kota (Pemko) Batam memprogramkan pembangunan jaringan jalan lingkar (ring road) guna memperkuat konektivitas antarwilayah serta menopang pertumbuhan aktivitas ekonomi secara merata. Proyek strategis ini merupakan bagian dari visi pembangunan infrastruktur kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
Wali Kota Amsakar Achmad menjelaskan bahwa keberadaan jalan lingkar dirancang untuk merajut konektivitas baru antarkawasan, memperpendek waktu tempuh, serta mempermudah mobilitas pergerakan orang dan barang.
Tiga Koridor Trase Jalan Lingkar Batam
Berdasarkan data Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, pembangunan jalan lingkar ini dibagi ke dalam tiga koridor utama dengan total panjang mencapai sekitar 43,14 kilometer:
- Lingkar Selatan: Memiliki panjang trase 10,075 kilometer dengan estimasi anggaran Rp183,32 miliar, membentang dari Simpang Sei Pancur, Simpang Kampung Bagan, sisi laut Waduk Duriangkang, hingga penghubung Waduk Duriangkang menuju Simpang Bumi Perkemahan.
- Lingkar Utara: Membentang sepanjang 14,508 kilometer dengan estimasi anggaran sekitar Rp260,42 miliar, mencakup rute Simpang Golden Prawn, Bundaran Ocarina, Gedung Sumatera, Central Boulevard, Botania Garden, hingga Simpang Kaveling Sambau.
- Lingkar Tengah: Menjadi jalur terpanjang yakni 18,558 kilometer dengan estimasi anggaran sekitar Rp355,76 miliar, menghubungkan kawasan Simpang Kantor Lurah Kibing, Jalan Diponegoro, Tiban Housing, Tiban Indah, Tanjung Uma, hingga Pondok Pelangi.
Pelaksanaan Bertahap dan Terintegrasi
Mengingat skala proyek yang besar, Wali Kota menegaskan bahwa eksekusi pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran serta pembagian kewenangan antara Pemko Batam dan BP Batam. Berdasarkan target perencanaan DBMSDA Batam, pembangunan fisik jalan lingkar diprogramkan mencapai 3,5 kilometer pada tahun 2026 dan dilanjutkan 4,767 kilometer pada tahun 2027.
Melalui pembangunan infrastruktur jalan yang terintegrasi hingga ke berbagai penjuru wilayah, Pemko Batam optimis fondasi Batam sebagai kota perdagangan, jasa, industri, dan investasi yang berdaya saing akan semakin kokoh. (*)


