KUNDUR, SAMUDERAKEPRI — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, berlangsung dengan sangat meriah dan spektakuler. Tingginya antusiasme masyarakat dan membludaknya jumlah peserta mendorong pihak panitia untuk mengambil kebijakan strategis dengan membagi pelaksanaan karnaval ke dalam tiga gelombang selama tiga hari berbeda.
Ketua Pelaksana Karnaval Kundur, Agus Riono, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pembagian jadwal tersebut terpaksa dilakukan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas, mengoptimalkan fokus penilaian dewan juri, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menonton.

“Karnaval dibagi menjadi tiga. Pada 19 Agustus dikhususkan untuk peserta tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Kemudian pada 20 Agustus untuk tingkat SMP dan SLTA sederajat. Puncaknya, karnaval untuk tingkat umum diselenggarakan pada pagi hari ini, 22 Agustus 2026,” jelas Agus.
Agus menambahkan bahwa lonjakan peserta sangat terasa dari kalangan sekolah berkat tingginya partisipasi para guru dan murid di Kundur. Hal ini berbeda dengan kecamatan tetangga seperti Kundur Barat (Kuba), Kundur Utara (Kuta), Belat, dan Ungar yang umumnya dapat merampungkan perayaan karnaval dalam waktu satu hari.
Pesona Budaya Nusantara dan Aspirasi Pembangunan Daerah
Kemeriahan karnaval tingkat umum turut diwarnai oleh ragam pesona budaya Nusantara. Paguyuban Flores yang ada di Kundur tampil memukau dengan menyuguhkan atraksi Tari Persembahan serta mengenakan pakaian adat berburu di hadapan dewan juri.

Koordinator Paguyuban Flores, A. Rahim, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus meramaikan agenda daerah dan menunjukkan kekayaan budaya Flores.
“Meskipun alat peraga dan baju adat yang didatangkan langsung dari Nusa Tenggara Timur membutuhkan biaya transportasi yang mahal, kami tetap antusias. Bagi kami, partisipasi aktif dalam merayakan kemerdekaan adalah hal yang jauh lebih penting,” ungkap Rahim.
Menariknya, momentum karnaval ini tidak hanya menjadi ajang unjuk budaya, tetapi juga wadah penyampaian aspirasi secara damai. Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Kundur yang dikomandoi oleh Agus Syarif turut ambil bagian dengan mengerahkan 120 personel.
Dalam pawai tersebut, TKBM membentangkan spanduk aspirasi yang secara khusus ditujukan kepada pemerintah daerah. Melalui slogan tersebut, mereka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri agar segera merealisasikan pembangunan infrastruktur Pelabuhan Umum Tanjungbatu yang baru guna mendukung aktivitas perekonomian masyarakat kepulauan.
(Laporan: Hendrik / Redaksi Media Samudera Kepri)


