Maling Besi Parit Rampas Keindahan Gedung Daerah Kepri

Pilihan Editor

- Advertisement -
🎧 Gelar Fakta Audio

samuderakepri.co.id, Tanjungpinang – Aksi pencurian besi penutup parit di depan Gedung Daerah Kepri mengundang kemarahan warga. Gedung Daerah yang merupakan bangunan bersejarah dan megah milik Pemprov Kepri sering disinggahi oleh pejabat-pejabat tinggi, namun kini terlihat kumuh dan berlubang akibat ulah maling.

Gedung Daerah Kepri dibangun sejak zaman kolonial Belanda pada Tahun 1880. Gedung ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting, seperti perayaan Hari Jadi Provinsi, Sidang Paripurna, Pelantikan Pejabat, dan lain-lain.

Namun, keindahan dan kehormatan Gedung ini tercoreng oleh perbuatan maling besi yang tak punya hati nurani. Mereka mencuri penutup parit di sepanjang jalan di depan Gedung tanpa rasa takut dan malu. Akibatnya, parit-parit tersebut terbuka lebar dan membahayakan pengunjung, terutama anak-anak yang gemar bermain di trotoar.

Riski (18), warga setempat yang geram dengan kejadian ini, menuntut agar Pemerintah Daerah segera bertindak tegas.

“Parit-parit ini jadi lubang-lubang maut. Ini sangat berbahaya, apalagi anak-anak suka bermain di sini,” katanya.

Ia meminta, Pemerintah Daerah tidak tinggal diam dan segera mengganti penutup parit yang hilang dengan melibatkan dinas-dinas terkait, seperti Dinas PUPR, Dinas LH, dan Satpol PP. Ia juga mendesak Aparat Penegak Hukum, seperti Polisi untuk mengusut habis siapa pelaku pencurian besi ini. (Ronny).

- Catatan Redaksi -Penerbitan laporan informasi ini tunduk pada koridor hukum Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Media Samudera Kepri menjamin dan melayani Hak Jawab serta Hak Koreksi secara proporsional bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh materi pemberitaan ini demi menegakkan akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru