⚡ Ringkasan 1 Menit
PT Mandiri Sekuritas menyelenggarakan kegiatan edukasi pasar modal secara virtual untuk para jurnalis, termasuk perwakilan dari redaksi Samudera Kepri, Ronny Paslan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai strategi investasi di pasar modal dan memperkenalkan profil Mandiri Sekuritas. Pemateri menjelaskan perbedaan esensial antara pendekatan trading dan investing di bursa saham, serta pentingnya menyelaraskan pilihan produk investasi dengan profil risiko individu. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 400 ribu investor di seluruh Indonesia.
TANJUNGPINANG, SAMUDERAKEPRI — PT Mandiri Sekuritas menyelenggarakan kegiatan “Edukasi Wartawan Terkait Analisis Fundamental Saham” secara virtual pada Rabu, 23 September 2026. Acara edukasi pasar modal yang sedang berlangsung ini diikuti oleh para jurnalis dari berbagai media, termasuk perwakilan dari redaksi Samudera Kepri, Ronny Paslan.
Kegiatan edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai strategi investasi di pasar modal, sekaligus memperkenalkan profil Mandiri Sekuritas. Sebagai anak perusahaan Bank Mandiri yang berdiri sejak 31 Juli 2000, sekuritas ini tercatat telah memiliki 43 kantor perwakilan dan dipercaya oleh lebih dari 400 ribu investor di seluruh Indonesia.
Dalam sesi pemaparannya, pemateri menjelaskan struktur dasar pasar modal yang melibatkan Emiten, Investor, Bursa Efek Indonesia (BEI), KPEI, dan KSEI. Peserta juga diedukasi tentang pentingnya menyelaraskan pilihan produk investasi dengan profil risiko individu, baik itu konservatif, moderat, maupun agresif, demi mencapai tujuan financial freedom.
Bedah Tuntas Analisis Fundamental dan Teknikal
Materi utama berfokus pada perbedaan esensial antara pendekatan trading dan investing di bursa saham. Trading dijelaskan sebagai aktivitas transaksi jangka pendek untuk mengejar capital gain melalui Analisis Teknikal. Sementara itu, investing merupakan strategi jangka menengah hingga panjang yang menitikberatkan pada nilai intrinsik bisnis perusahaan, dividen, serta pertumbuhan jangka panjang melalui Analisis Fundamental.
Dalam Analisis Fundamental, pendekatan dilakukan secara Top-down (memperhatikan makro ekonomi dan tren industri) serta Bottom-up (menganalisis metrik perusahaan spesifik). Analisis ini membedah laporan Neraca, Laba Rugi, dan Arus Kas menggunakan metrik krusial seperti Rasio Likuiditas (Current Ratio), Rasio Pasar (EPS, PER, PBVS), hingga Rasio Profitabilitas (ROE, ROA, GPM, NPM).
Sebaliknya, Analisis Teknikal mengandalkan pemetaan histori pergerakan harga dan psikologi pasar. Analisis ini menggunakan grafik Candlestick (titik Open, Close, High, Low) untuk mengukur garis Support & Resistance serta tren harga (Up trend, Down trend, Sideways). Pemateri juga memaparkan penggunaan indikator seperti Relative Strength Index (RSI) dan Stochastic untuk mengidentifikasi area overbought atau oversold, serta MACD dan Simple Moving Average (SMA).
Menutup sesi edukasinya, Mandiri Sekuritas mengingatkan prinsip krusial di pasar modal, yakni kedisiplinan memiliki Trading Plan. Setiap investor dianjurkan menyusun rencana rincian saham, jumlah lot, target harga beli dan jual (Entry & Exit Level), hingga disiplin menentukan batas kerugian (Stop Loss) sebelum memulai transaksi.
(Tim Redaksi)


