
Batam, SK.co.id – Kepulauan Riau mencatat tonggak penting dalam perkembangan pasar modal. Data terbaru menunjukkan jumlah investor di wilayah ini telah menembus 177 ribu orang, dengan kontribusi besar dari kalangan Generasi Z yang semakin sadar akan pentingnya mengelola keuangan sejak dini. Tren ini menandai pergeseran budaya finansial, di mana anak muda tidak lagi sekadar berorientasi pada konsumsi, tetapi mulai menaruh perhatian pada investasi jangka panjang.
Kepala BEI Kepri, Indra Novita, menegaskan bahwa pasar modal bukanlah arena spekulasi atau perjudian sebagaimana masih diyakini sebagian masyarakat. Dalam diskusi bersama media, ia menekankan bahwa transaksi di bursa efek berlangsung secara sah, terstruktur, dan diawasi ketat oleh regulator. Bahkan, aspek religius telah diakomodasi melalui Fatwa DSN-MUI No. 80, yang menegaskan bahwa investasi di pasar modal sesuai dengan prinsip syariah.
Indra menjelaskan, masyarakat memiliki banyak pilihan instrumen investasi, mulai dari saham hingga produk berisiko rendah seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Sukuk Ritel. Instrumen ini dinilai ideal bagi mereka yang menginginkan investasi aman dengan imbal hasil lebih tinggi dibanding deposito bank. Selain itu, BEI juga menyediakan indeks syariah seperti Jakarta Islamic Index (JII) dan IDX Sharia, yang memastikan perusahaan yang masuk telah lolos penyaringan sesuai kaidah syariah.
Untuk melindungi investor, BEI menerapkan mekanisme auto rejection, yakni batas maksimal kenaikan atau penurunan harga harian. Langkah ini menjadi bukti bahwa risiko di pasar modal dapat dikendalikan, terutama bila masyarakat mengadopsi strategi investasi jangka panjang.
Seiring meningkatnya minat generasi muda, BEI Kepri gencar melakukan literasi keuangan melalui berbagai kanal, termasuk media lokal dan program edukasi di sekolah. Tujuannya jelas: membangun pemahaman bahwa pasar modal bukan hanya untuk trader berpengalaman, melainkan juga untuk masyarakat umum yang ingin menata masa depan finansial dengan lebih sehat.
“Yang penting masyarakat tahu bahwa pilihan investasinya sangat banyak dan tidak hanya saham. Ada instrumen aman seperti surat utang negara yang bisa menjadi solusi untuk kesehatan finansial jangka panjang,” ujar Indra.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi, BEI Kepri juga menggelar Media Gathering di Renuin Restaurant, Nagoya Hill, Batam, Sabtu (29/11/2025). Acara ini menjadi wadah diskusi sekaligus mempererat sinergi antara BEI dan insan pers dalam menyebarkan informasi yang benar tentang pasar modal.
Dengan dukungan edukasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, Kepulauan Riau kini berada di jalur yang tepat untuk melahirkan generasi investor baru yang cerdas, beretika, dan berorientasi pada masa depan.(*)

