SAMUDERAKEPRI, YOGYAKARTA — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Yogyakarta menyiapkan rekayasa arus kendaraan dan skema pengamanan guna memastikan kelancaran ajang Jogja Last Friday Ride (JLFR) di kawasan Malioboro. Langkah ini ditempuh setelah Pemerintah Kota Yogyakarta secara resmi mengizinkan agenda rutin pesepeda bulanan tersebut untuk kembali melintasi jalan protokol ikonik Kota Gudeg.
Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, menjelaskan bahwa skema pembagian lajur telah dirancang melalui koordinasi lintas instansi. Para peserta JLFR diarahkan melintas di jalur sebelah kanan atau sisi barat Jalan Malioboro. Adapun lajur sebelah kiri tetap dialokasikan bagi armada bus Trans Jogja agar layanan angkutan umum tetap beroperasi secara optimal meskipun berada dalam situasi Car Free Night (CFN). Di samping itu, pengaturan juga diterapkan di area pedestrian agar rombongan pesepeda dan wisatawan pejalan kaki dapat saling berbagi ruang dengan nyaman.
Guna mengantisipasi potensi kemacetan lalu lintas, penebalan personel kepolisian dipusatkan di titik-titik simpul krusial, khususnya di sekitar Kleringan. Pihak pemerintah daerah juga dijadwalkan untuk turut menyambut para pesepeda di area pintu masuk Malioboro sebagai wujud sinergi dan dukungan terhadap ketertiban acara.
Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti menegaskan bahwa tidak ada kebijakan yang melarang aktivitas bersepeda di kawasan Malioboro. Penjelasan tersebut diberikan guna mengklarifikasi simpang siur informasi di masyarakat pascapenertiban peserta JLFR pada Jumat (26/6) lalu. Melalui kolaborasi antara Polresta Yogyakarta dan Dishub DIY, kegiatan ini diharapkan berlangsung tertib tanpa mengganggu hak serta kenyamanan pengguna jalan lainnya. (*)
