CUHK Sukses Tembus 20 Besar Dunia di QS World University Rankings 2027

Pilihan Editor

- Advertisement -
🎧 Gelar Fakta Audio

SAMUDERAKEPRI, HONG KONG – The Chinese University of Hong Kong (CUHK) mencetak tonggak sejarah baru dengan berhasil menempati peringkat ke-18 dunia dalam QS World University Rankings 2027 terbaru yang dirilis oleh Quacquarelli Symonds (QS). Dilansir dari siaran pers resmi The Chinese University of Hong Kong via Media OutReach Newswire pada Senin (13/7/2026), pencapaian ini menandai pertama kalinya universitas tersebut masuk ke dalam jajaran 20 besar universitas terbaik di dunia setelah berhasil melesat naik sebanyak 14 peringkat dari posisi sebelumnya. Peningkatan signifikan ini didorong oleh sejumlah indikator utama seperti reputasi di kalangan pemberi kerja, jaringan riset internasional, rasio mahasiswa internasional, serta nilai sempurna pada aspek rasio dosen internasional.

Selain dalam peringkat QS, keunggulan akademik CUHK juga mendapatkan pengakuan dalam Best Global Universities Rankings 2026–27 yang diterbitkan oleh U.S. News & World Report. Pada pemeringkatan tersebut, CUHK sukses menempati posisi ke-28 dunia dan ke-5 di Asia, sekaligus menempatkannya sebagai universitas terbaik di Hong Kong selama empat tahun berturut-turut. Universitas ini tercatat memiliki 15 bidang studi yang masuk dalam jajaran 50 besar dunia, dengan lima bidang studi yang menembus peringkat 10 besar dunia, di antaranya bidang Pendidikan dan Penelitian Pendidikan (peringkat ke-1), Gastroenterologi dan Hepatologi (peringkat ke-2), Ilmu Komputer (peringkat ke-7), serta Seni dan Humaniora bersama Kecerdasan Artifisial (keduanya di peringkat ke-9).

Sebagai lingkungan riset yang dinamis, CUHK didukung oleh sekitar 300 institut dan pusat penelitian, termasuk empat laboratorium utama tingkat negara yang disetujui langsung oleh Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok. Kualitas ini dirasakan langsung oleh mahasiswanya, seperti Zhamilya Zhirenova, mahasiswa doktoral Ilmu Biomedis asal Kazakhstan yang meneliti di Centre for Neuromusculoskeletal Restorative Medicine (CNRM) yang bermitra dengan Karolinska Institutet Swedia. Zhamilya mengungkapkan pengalamannya meneliti di Hong Kong Science Park memberikan keunggulan kompetitif yang nyata karena lingkungannya menyerupai dunia industri bioteknologi.

Di sisi lain, keunggulan CUHK juga tercermin dari bimbingan multidisiplin yang diberikan oleh akademisi tingkat globalnya. Yasine Malki, mahasiswa doktoral Patologi Kimia asal Hong Kong di Centre for Novostics, mengaku mendapatkan bimbingan berharga langsung dari Profesor Dennis Lo, yang merupakan Rektor dan Presiden CUHK sekaligus pelopor dalam bidang diagnostik molekuler. Guna mempertahankan dampak riset ilmiahnya dan menarik talenta global, CUHK juga membuka pendaftaran program pendanaan melalui Hong Kong PhD Fellowship Scheme (HKPFS) untuk tahun akademik 2027–28 dengan nilai penawaran lebih dari HK$1,81 juta (sekitar US$232.420) yang akan dibuka mulai 1 September 2026. (*)

- Catatan Redaksi -Penerbitan laporan informasi ini tunduk pada koridor hukum Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Media Samudera Kepri menjamin dan melayani Hak Jawab serta Hak Koreksi secara proporsional bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh materi pemberitaan ini demi menegakkan akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru