DOHA — Babak sistem gugur (knockout stage) Piala Dunia 2026 langsung menyajikan drama tingkat tinggi yang penuh kejutan. Fase 32 besar yang baru saja usai tidak hanya menyisakan ketegangan, tetapi juga menjadi panggung rontoknya sejumlah kekuatan tradisional sepak bola dunia serta kian memanasnya perburuan gelar sepatu emas (Golden Boot).
Dilansir dari laporan jurnalis olahraga Al Jazeera, Frank Dell’Apa, pada Sabtu (4/7/2026), fase ini menjadi akhir dari era dominasi sejumlah raksasa. Setelah Italia dipastikan gagal lolos kualifikasi dan Uruguay tersingkir di fase grup, giliran tim panser Jerman yang harus mengepak koper lebih awal secara tragis.
Rekor Penalti Jerman Hancur, Nagelsmann Mundur
Di bawah asuhan pelatih muda Julian Nagelsmann (38) dan dikomandoi kiper veteran Manuel Neuer (40), Jerman awalnya dijagokan untuk bangkit memburu gelar kelima mereka. Namun, langkah Die Mannschaft dihentikan secara mengejutkan oleh Paraguay lewat babak adu penalti di Foxborough, Massachusetts.
Kekalahan ini menorehkan tinta hitam bagi sejarah sepak bola Jerman. Ini menjadi momen pertama kalinya Jerman kalah dalam babak adu penalti di sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, sekaligus kekalahan penalti pertama mereka di turnamen mayor sejak Euro 1976. Jerman sebenarnya sempat mencetak gol lewat sundulan Jonathan Tah, namun dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR) karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang.
“Ini adalah eliminasi ketiga kami secara berturut-turut, jadi kami bukan lagi bagian dari tim kelas satu,” ujar Julian Nagelsmann yang langsung menyatakan mundur pasca-laga dan dirumorkan akan digantikan oleh Jurgen Klopp.
Argentina Nyaris Tersandung, Les Bleus Tampil Sempurna
Di laga lain, sang juara bertahan Argentina nyaris dibuat malu oleh tim underdog Tanjung Verde (Cabo Verde). Laga sengit tersebut terpaksa berlanjut hingga babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya Tim Tanggo menang tipis 3-2 berkat gol bunuh diri pemain Tanjung Verde, Diney Borges, di menit ke-111.
Sementara itu, Prancis (Les Bleus) tampil sangat menakutkan dan konsisten. Prancis sukses melenggang mulus ke babak 16 besar setelah melumat Swedia dengan skor telak 3-0. Skuad asuhan Didier Deschamps ini menunjukkan kedalaman lini serang yang luar biasa lewat performa impresif Ousmane Dembele, Kylian Mbappe, Michael Olise, hingga Bradley Barcola.
Dominasi Wakil Eropa dan Tuah Tuan Rumah
Dari peta persaingan menuju babak 16 besar, benua Eropa (UEFA) masih mendominasi dengan mengirimkan 7 wakilnya, termasuk Prancis, Norwegia, Belgia, Inggris, Portugal, Spanyol, dan Swiss. Inggris melaju setelah mengandaskan perlawanan sengit DR Kongo 2-1 lewat dua gol Harry Kane, sedangkan Portugal menang tipis 2-1 atas Kroasia setelah gol penyeimbang Kroasia dianulir VAR di masa injury time.
Di sisi lain, tiga negara tuan rumah (tri-hosts) yakni Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada sukses menjaga asa dengan kompak menembus babak 16 besar.
- Meksiko sukses menjaga rekor tak terkalahkan di Stadion Azteca sejak 1970 dan melaju ke “Quinto Partido” (laga kelima) untuk menantang Inggris. Namun, euforia ini dinodai oleh laporan sedikitnya empat kematian di Meksiko akibat perayaan yang berlebihan.
- Amerika Serikat menang meyakinkan 2-0 atas Bosnia & Herzegovina di Santa Clara, California, meski harus kehilangan Folarin Balogun di laga berikutnya akibat kartu merah langsung dari VAR.
- Kanada mencetak sejarah sebagai co-host pertama yang melakoni laga tandang lintas negara bagian ke California dan Texas, sebelum akhirnya menang dramatis atas Afrika Selatan di Los Angeles lewat gol telat Stephen Eustaquio.
Perburuan Sepatu Emas: Messi Memimpin
Satu gol pembuka yang dicetak Lionel Messi ke gawang Tanjung Verde membuatnya kini memimpin bursa top skor sementara Piala Dunia 2026 dengan koleksi 7 gol. Messi juga memperkokoh posisinya di daftar top skor sepanjang masa Piala Dunia dengan total 20 gol.
Ia dikuntit ketat oleh bintang Prancis, Kylian Mbappe, yang mencetak dua gol ke gawang Swedia dan mengoleksi 6 gol di turnamen ini. Di posisi berikutnya, Erling Haaland (Norwegia) dan Harry Kane (Inggris) terus mengancam dengan tabungan masing-masing 5 gol. (*)


