Piala Dunia 2026: Babak 32 Besar Memanas, Inggris dan AS Diunggulkan Lewat Prediksi Superkomputer

Pilihan Editor

- Advertisement -
🎧 Gelar Fakta Audio

MIAMI – Tensi kompetisi sepak bola tertinggi jagat raya, Piala Dunia 2026, kian mendidih seiring bergulirnya fase gugur babak 32 besar. Sejumlah raksasa sepak bola seperti Inggris, Argentina, dan Belgia harus bersiap menghadapi ujian berat demi mengamankan tiket babak 16 besar, di tengah intaian tim-tim non-unggulan yang siap menciptakan kejutan bersejarah.

Dilansir dari laporan langsung Al Jazeera pada Rabu (1/7/2026), babak gugur sejauh ini telah meloloskan tujuh tim ke fase berikutnya. Negara-negara tersebut meliputi Kanada, Brasil, Paraguay, Maroko, Norwegia, Prancis, dan tim tuan rumah Meksiko yang akhirnya sukses memecahkan kutukan 40 tahun untuk menembus “el quinto partido” (pertandingan kelima) usai melibas Ekuador 2-0. Sementara itu, tim-tim besar seperti Jerman dan Belanda terpaksa angkat koper lebih awal setelah gugur di babak ini.

Prediksi Superkomputer: Inggris dan AS Dominan, Belgia Sengit

Berdasarkan data kalkulasi simulasi superkomputer Opta, berikut peta kekuatan dan prediksi pertandingan besar yang akan tersaji:

  • Inggris vs RD Kongo: Bertemu untuk pertama kalinya dalam sejarah, skuad besutan Thomas Tuchel diunggulkan mutlak untuk melenggang ke 16 besar. Superkomputer Opta memberikan peluang menang bagi The Three Lions sebesar 73,9% dalam waktu normal 90 menit, berbanding jauh dengan RD Kongo yang hanya mengantongi 11.3% peluang membuat kejutan. Secara keseluruhan, kans Inggris lolos mencapai angka 82%.
  • Amerika Serikat vs Bosnia-Herzegovina: Bertindak sebagai salah satu tuan rumah, AS menjadi favorit kuat dalam laga ini. Meskipun memiliki rekor buruk melawan tim-tim Eropa di Piala Dunia (hanya menang sekali dari 21 laga terakhir), simulasi Opta memenangkan AS sebanyak 67,5% dari 25.000 percobaan. Bosnia hanya diberi peluang menang sebesar 14,3%, menempatkan AS pada posisi aman dengan probabilitas lolos sebesar 76,6%.
  • Belgia vs Senegal: Bentrokan dua tim peringkat 15 besar FIFA ini diprediksi berjalan sangat ketat di Seattle. Belgia sedikit diunggulkan dengan persentase kemenangan 45,6% di waktu normal, sementara jawara Afrika, Senegal, mengancam dengan peluang 27%, dan probabilitas hasil imbang di angka 27,4%.

“Turnamen ini menyajikan kejutan besar di setiap fasenya, memaksa tim-tim raksasa untuk tidak meremehkan kekuatan baru sepak bola modern,” tulis analis olahraga internasional.

Teror Hotel Ekuador dan Mundurnya Ronald Koeman

Di luar lapangan, atmosfer panas Piala Dunia juga diwarnai ketegangan diplomatik sepak bola. Federasi Sepak Bola Ekuador resmi mengajukan protes keras kepada FIFA terkait insiden intimidasi di luar hotel tim mereka di Mexico City. Halaman hotel tersebut dikepung oleh ratusan suporter Meksiko yang menyalakan kembang api, membunyikan klakson kendaraan, serta memutar musik keras sepanjang malam guna merusak waktu istirahat para pemain menjelang laga knockout.

Sementara itu dari benua Eropa, Ronald Koeman (63) mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi kepelatihan Tim Nasional Belanda menyusul kekalahan tragis lewat adu penalti melawan Maroko di Monterrey, Meksiko. Mundurnya Koeman juga diwarnai atmosfer kelam setelah tiga pemain muda Belanda—Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Criesencio Summerville—menjadi sasaran serangan rasial dan pesan kebencian yang masif di media sosial akibat kegagalan mereka mengeksekusi penalti. Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda mengutuk keras tindakan diskriminatif tersebut.

Target Unik Kapten Prancis dan Ambisi Cape Verde

Pada laga lainnya, bintang Prancis Kylian Mbappe sukses menorehkan tinta emas dengan mencetak dua gol saat menumbangkan Swedia 3-0 di East Rutherford, New Jersey. Catatan ini membuatnya mengoleksi total 10 gol khusus di babak gugur Piala Dunia—menjadi yang terbanyak dalam sejarah sepak bola—sekaligus menyamai torehan 6 gol Lionel Messi dalam perburuan sepatu emas (Golden Boot) turnamen tahun ini.

Di kubu lain, juara bertahan Argentina tengah bersiap menghadapi kuda hitam Afrika, Cape Verde. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mewanti-wanti pasukannya untuk tidak jemawa mengingat Cape Verde telah sukses menahan imbang raksasa dunia seperti Spanyol dan Uruguay di fase grup. Sinyal bahaya kian nyata setelah Presiden Cape Verde, Jose Maria Neves, secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa negaranya memiliki peluang 100% untuk mengejutkan dunia dengan menumbangkan Messi cs lewat skor tipis 1-0. (*)

- Catatan Redaksi -Penerbitan laporan informasi ini tunduk pada koridor hukum Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Media Samudera Kepri menjamin dan melayani Hak Jawab serta Hak Koreksi secara proporsional bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh materi pemberitaan ini demi menegakkan akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru