Jakarta (SAMUDERAKEPRI) – Hasil survei nasional terbaru yang dirilis oleh Litbang Kompas menunjukkan tren positif yang signifikan terkait indeks kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dilansir dari rilis resmi Humas Polri, lompatan persentase kepuasan publik ini mendapat apresiasi tinggi dari Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi, yang menilai pencapaian tersebut merupakan buah manis dari reformasi kultural dan kerja nyata kepolisian.
Riset berkala Litbang Kompas yang diselenggarakan pada medio 9–18 April 2026 tersebut melibatkan sedikitnya 1.200 responden yang tersebar di berbagai wilayah melalui metode wawancara tatap muka. Hasilnya, tingkat kepercayaan masyarakat kepada Korps Bhayangkara melesat menyentuh angka 82,4 persen, meningkat tajam dibanding capaian tahun 2025 yang berada di level 76,2 persen. Selaras dengan itu, nilai citra kelembagaan Polri juga terdongkrak naik dari 64,4 persen menjadi 71,5 persen.
Habib Syakur Ali Mahdi menegaskan bahwa lonjakan angka statistik ini menjadi indikator valid bahwa masyarakat di akar rumput kian merasakan dampak instan dari kehadiran polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan publik. Peningkatan ini tidak diraih secara instan, melainkan lewat konsistensi perbaikan sistem pelayanan dan keterbukaan korps terhadap kritik publik.
“Saya mengapresiasi Polri atas meningkatnya kepercayaan publik sebagaimana tergambar dalam hasil survei Litbang Kompas. Kepercayaan masyarakat merupakan sesuatu yang tidak bisa diperoleh secara instan, tetapi dibangun melalui kerja nyata, pelayanan yang baik, dan kehadiran aparat di tengah masyarakat,” ujar Habib Syakur Ali Mahdi.
Lebih lanjut, tokoh nasional ini mengingatkan agar capaian prima ini tidak membuat jajaran kepolisian cepat berpuas diri. Sebaliknya, hasil survei komprehensif ini wajib dijadikan stimulan energi positif bagi seluruh personel dari tingkat Mabes hingga Polsek urban untuk terus memacu profesionalisme kerja, mengedepankan tindakan humanis, serta menjaga integritas penuh di lapangan. Tingginya modal kepercayaan dari publik ini diyakini akan memperkokoh sinergitas antara polisi dan warga dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di era digitalisasi. (*)


