Kundur, SamuderaKepri – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun melalui Kabid Transportasi Darat, M. Zabur, bersama Kasi Transportasi dan satu anggota melakukan investigasi ke Pelabuhan Indora atau pelabuhan umum bongkar muat di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Inspeksi ini menindaklanjuti panggilan organisasi supir truk/lori Kundur terkait kondisi pondasi pelabuhan yang retak.
Ketua organisasi supir truk/lori, Brawi, menyampaikan bahwa pihaknya meminta Dishub segera mengecek kondisi pelabuhan. “Pondasi sudah retak-retak, kami khawatir lori dan truk tidak dapat naik ke areal pelabuhan. Kerja bongkar muat makin susah dan harus menggunakan gerobak untuk angkut barang,” ujarnya.
Menurut Kabid Transportasi Darat, M. Zabur, para supir truk di Kundur telah mengantongi dokumen SIM dan uji kelayakan KIR. “Cuma beberapa fasilitas ada kendala sedikit, paling tidak angkutan layak beroperasi,” ungkapnya. Ia menambahkan, untuk kelayakan pelabuhan sebenarnya harus ditangani Kabid Pelabuhan atau Dermaga. “Nanti kami bisa koordinasi dengan kabid tersebut di kantor,” jelasnya. Dalam investigasi lapangan, Zabur juga sempat melihat aktivitas buruh dan beberapa lori di pelabuhan provinsi.
Selain itu, Zabur menerima laporan lisan dari perwakilan UPT Dishub Kundur melalui anggota bernama Lobo dan Nain mengenai pelabuhan feri Bravo yang bocor dan tidak layak digunakan. Pelabuhan tersebut sudah tidak berfungsi sejak Januari lalu. “Pas Lebaran kemarin cukup urgen karena penumpang sangat banyak dan hanya menggunakan satu pelabuhan saja,” katanya.
Ketua TKBM Kundur, Agus Syarif, bersama Wakil Nasir, menuturkan bahwa pihaknya bersama organisasi buruh, supir lori, dan PBM telah beberapa kali melakukan perbaikan darurat lantai pelabuhan dengan biaya patungan Rp15–20 juta. “Ukuran pelabuhan diperkirakan 3×10 meter. Sudah 5 sampai 7 kali kami rehab lantai menggunakan broti dan papan, tapi tetap rusak. Pondasi sebentar lagi akan roboh. Kami terpaksa memindahkan barang dengan gerobak, turun naik berulang kali,” ungkap Nasir.
Brawi menambahkan bahwa kondisi ini membuat para supir kecewa. “Sudah lima tahun kami bekerja dengan keadaan pelabuhan yang tidak layak. Upaya ini hendaknya Kadis dan Kabid Pelabuhan/dermaga cepat menyelesaikan hal ini,” tegasnya.
Catatan Redaksi
Berita ini disusun berdasarkan hasil liputan lapangan dan pernyataan resmi pihak terkait. Redaksi SamuderaKepri.co.id membuka ruang hak jawab bagi instansi atau pihak lain yang ingin memberikan klarifikasi sesuai Pasal 5 ayat (2) UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.
Laporan: Hendrik Editor:
Tim Redaksi SamuderaKepri.co.id




