Kundur Barat, SamuderaKepri— Sebuah kolong atau kolam berdiameter sekitar 150 x 100 meter di kawasan RT 11/RW 06 Dusun III Batu Kucing, tepat di belakang Kantor Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, kembali menjadi perhatian warga. Kolong yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1980-an ini menelan korban jiwa seorang anak berusia 12 tahun, berinisial MM, yang meninggal dunia akibat tenggelam.
Sebagai langkah antisipasi, warga bersama perangkat desa bergotong royong memasang pagar darurat di sekitar lokasi. Kepala Desa Gemuruh, Ari, membenarkan upaya tersebut.
“Kami bersama warga RT setempat dan staf desa baru saja bergotong royong memasang pagar sementara untuk mengurangi risiko. Pagar ini diharapkan bisa bertahan setidaknya satu tahun,” ujarnya. Senin, 20 April 2026.

Wakil Ketua Ormas Kamtibmas Kabupaten Karimun, Sudirman, menilai pihak perusahaan yang pernah beroperasi di kawasan tersebut perlu menunjukkan tanggung jawab moral.
“Perusahaan yang diduga pernah melakukan aktivitas di lokasi, seperti PT Palma, PT Pari Mukti, dan PT Riau Sakti Mas, seharusnya memberikan santunan atau setidaknya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Pemerintah desa bersama BPD juga sebaiknya melaporkan hal ini kepada pihak berwenang. Kolong berbahaya seperti ini idealnya ditutup atau ditimbun agar tidak lagi memakan korban,” tegasnya.
Sejumlah warga Desa Gemuruh turut mendukung langkah antisipasi tersebut, meski menyadari bahwa penimbunan kolong membutuhkan biaya besar.
“Kami hanya berupaya agar tidak ada lagi korban. Pagar ini sementara, tapi setidaknya bisa mengurangi risiko,” ungkap salah seorang warga.
Laporan : Hendrik
Editor : Tim Redaksi
Catatan Redaksi
Berita ini disusun berdasarkan keterangan resmi perangkat Desa Gemuruh, tokoh masyarakat, serta Ormas Kamtibmas Kabupaten Karimun. Redaksi SamuderaKepri.co.id menjunjung tinggi asas verifikasi, keberimbangan, dan transparansi sesuai amanat UU Pers No. 40 Tahun 1999 serta Kode Etik Jurnalistik. Pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan berhak menyampaikan hak jawab atau klarifikasi resmi melalui kontak redaksi.




