Warga Anambas Tertipu Pembelian Tiket Online Palsu oleh Oknum Mengaku Agen Pelni

0
69
"Warga Anambas Tertipu Pembelian Tiket Online Palsu oleh Oknum Mengaku Agen Pelni"

ANAMBAS, SK.CO.ID – Seorang warga Anambas dengan inisial (N) menjadi korban tipu daya dari seseorang yang mengaku sebagai agen Pelni. Peristiwa tersebut terjadi baru baru ini, ketika warga N memesan tiket kapal KM Bukit Raya dengan tujuan Kijang ke Anambas.

Ikuti berita populer lainnya di Google News SAMUDERAKEPRI

Ikuti berita populer lainnya di saluran WhatsApp SAMUDERA KEPRI

Setelah melakukan pemesanan tiket, warga tersebut merasa yakin setelah melihat tiket secara online yang dikirim oleh oknum yang bersangkutan. Namun, setelah mentransfer uang untuk pembelian tiket, barulah disadari bahwa uang tersebut ditransfer atas nama pribadi orang tersebut, bukan atas nama PT Pelni seperti lazimnya dalam pembelian tiket kapal Pelni.

“Saya telah memesan tiket dan merasa yakin setelah melihat tiket online yang dikirim oleh oknum tersebut. Namun, setelah saya transfer uang, saya baru sadar bahwa saya seharusnya mentransfer ke rekening PT Pelni, bukan ke rekening pribadi. Saya ingin mengingatkan seluruh masyarakat Anambas untuk berhati-hati dalam membeli tiket atau barang secara online yang tidak jelas asal-usulnya.” ucapnya. Sabtu (15/6/2024) 

Warga tersebut tidak hanya mengkhawatirkan kerugian yang dialami, namun juga memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat Anambas agar berhati-hati dalam membeli tiket atau barang secara online yang tidak jelas asal-usulnya. Selain itu, ia juga mengharapkan agar PT Pelni dapat mengontrol oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di dalam kantornya, mengingat tiket yang diterima dari oknum tersebut terlihat cukup akurat sehingga tidak mencurigakan.

Dalam pernyataannya, warga N menegaskan bahwa permasalahan yang dihadapi bukan hanya sebatas kerugian finansial, melainkan juga dampak psikologis serta potensi kerugian yang bisa dialami oleh pihak lain. Ia menginginkan agar tidak ada lagi oknum penipu yang berkeliaran di lingkungan kantor BUMN, sehingga perusahaan-perusahaan negara tidak tergerus oleh perilaku tidak bertanggung jawab seperti yang dialaminya. Ujaran tersebut disampaikan oleh (N) sebagai himbauan agar masyarakat tidak terkena dampak serupa.

“Saya berharap PT Pelni dapat lebih mengontrol oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di dalam kantornya. Tiket yang dikirim oleh oknum tersebut terlihat cukup akurat, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan akan penipuan. Ini bukan hanya masalah kerugian finansial, tapi juga dampak psikologis dan potensi kerugian yang bisa dialami oleh masyarakat luas. Saya menginginkan agar tidak ada lagi penipu yang berkeliaran di lingkungan kantor BUMN, agar perusahaan-perusahaan negara kita tidak dirugikan oleh perilaku tidak bertanggung jawab.” tutupnya. (RIANDI)

Tinggalkan Balasan