Swiss (SAMUDERAKEPRI) – Delegasi tingkat tinggi Amerika Serikat dan Iran berhasil mencapai kemajuan yang mendorong pada hari pertama perundingan intensif yang digelar di Swiss. Kedua belah pihak resmi menyepakati peta jalan (roadmap) untuk mencapai kesepakatan akhir dalam kurun waktu 60 hari ke depan.
Dinukil dari laporan langsung Al Jazeera, Senin (22/6/2026), mediator dari Pakistan dan Qatar mengonfirmasi bahwa selain peta jalan tersebut, AS dan Iran juga sepakat mendirikan komite pengawas serta sebuah “sel dekonflik” (de-confliction cell). Sel khusus ini dibentuk guna memastikan penghentian total seluruh operasi militer di wilayah Lebanon.
Berdasarkan data yang dihimpun dari jalannya persidangan, negosiasi teknis yang berlangsung selama kurang lebih 18 jam tersebut sempat diwarnai ketegangan. Perundingan bahkan sempat ditangguhkan sejenak menyusul pernyataan bernada ancaman dari Presiden AS Donald Trump yang memicu mundurnya delegasi Iran dari ruang pertemuan. Kendati demikian, komunikasi antarpemimpin tetap berjalan lancar melalui bantuan para mediator internasional.
Dikutip dari laporan resmi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Baqaei, mengutarakan bahwa perundingan perdana ini membawa perkembangan positif secara signifikan pada sektor pemulihan ekonomi dan ekspor energi.
“Penjualan minyak Iran, penerbitan izin yang diperlukan untuk ekspor minyak, serta pelepasan aset-aset Iran yang dibatasi atau dibekukan merupakan beberapa hal yang dibahas secara rinci, dan masalah ini harus segera memasuki fase implementasi,” jelas Baqaei.
Dampak dari adanya terobosan diplomatik ini langsung direspons oleh pasar global. Berdasarkan data perdagangan komoditas, harga minyak mentah jenis Brent dilaporkan langsung mengalami penurunan sebesar 2,09 persen ke level 78,89 dolar AS per barel, setelah kekhawatiran pelaku pasar mereda pasca-adanya kepastian pelonggaran sanksi ekspor petrokimia Teheran serta pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz.
Meskipun delegasi utama Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah bertolak kembali ke Teheran, tim teknis yang dikomandoi oleh Wakil Menlu Kazem Gharibabadi dipastikan tetap bertahan di Swiss. Mereka akan melanjutkan pembahasan mendalam mengenai Nota Kesepahaman Islamabad guna memastikan pemenuhan komitmen bersama secara transparan dan berimbang. (*)



