Tanjungpinang (SAMUDERAKEPRI) – Earth Journalism Network (EJN) dari Internews bekerja sama dengan NABU melalui SYMBIOTIC Project resmi membuka program beasiswa pelaporan (reporting grants) “Biodiversity and Nature-based Solutions Story Grants 2026”. Program ini dirancang untuk mendukung produksi liputan media yang mendalam mengenai keanekaragaman hayati dan solusi berbasis alam.
Dilansir dari pengumuman resmi Internews EJN tertanggal 27 Mei 2026, batas waktu pengiriman aplikasi pendaftaran ditetapkan hingga 30 Juni 2026 pukul 23.59 EAT (waktu Afrika Timur). Kesempatan berharga ini terbuka secara khusus bagi para jurnalis, pembuat konten media sosial, dan praktisi media ahli yang berasal dari lima negara target proyek SYMBIOTIC, yaitu Indonesia, Etiopia, Kenya, Kirgistan, dan Madagaskar.
Berdasarkan data teknis logistik program, penyelenggara bersiap mengucurkan hingga 25 paket hibah cerita dengan rata-rata anggaran masing-masing sebesar EUR 1.800 (Euro). Seluruh dana hibah ini direncanakan cair pada bulan Juli 2026, dengan target tenggat waktu penerbitan atau penayangan karya jurnalistik paling lambat tanggal 31 Oktober 2026.
Dikutip dari kriteria kelayakan pendaftaran, program ini menerima aplikasi dari jurnalis di berbagai lini media (daring, cetak, televisi, radio) serta kreator konten digital, baik mereka yang berstatus sebagai jurnalis lepas (freelance) maupun staf tetap dari media lokal, nasional, hingga internasional. Jurnalis secara berkelompok juga diperbolehkan mendaftar, terutama untuk ide kolaborasi liputan lintas batas (cross-border), dengan syarat diajukan oleh satu nama ketua delegasi.
Meskipun artikel hasil liputan nantinya boleh diterbitkan dalam bahasa lokal (termasuk Bahasa Indonesia), seluruh formulir pengajuan draf proposal awal ke platform EJN wajib ditulis menggunakan Bahasa Inggris. Pendaftar yang menulis dalam bahasa lokal juga diwajibkan menyertakan terjemahan bahasa Inggris saat laporan final dan dapat memasukkan estimasi biaya penerjemah tersebut ke dalam draf anggaran.
Pihak EJN menetapkan aturan ketat terkait integritas akademik dan profesional, di mana para pelamar dituntut transparan atas penggunaan alat bantu kecerdasan buatan (generative AI) di dalam penyusunan proposal. EJN menegaskan haknya untuk mendiskualifikasi pelamar yang kedapatan melakukan pelanggaran etis, termasuk mengklaim dan mengumpulkan konten hasil produksi penuh kecerdasan buatan (AI-generated) sebagai karya orisinal mereka.
Selain dukungan dana operasional, para jurnalis terpilih nantinya akan didampingi oleh mentor berpengalaman sepanjang proses produksi berita serta berkesempatan mengikuti lokakarya tatap muka (in-person workshop) di negara masing-masing. Berkas wajib yang harus diunggah saat pendaftaran daring meliputi lembar Excel anggaran terperinci, dua contoh karya jurnalistik sebelumnya, serta surat dukungan resmi dari editor (letter of support) yang berkomitmen menayangkan berita tersebut sebelum akhir Oktober 2026. (*)



