Kejahatan Laut di Perairan Anambas, Aparat Diminta Tingkatkan Pengawasan

0
474
Kejahatan Laut di Perairan Anambas, Aparat Diminta Tingkatkan Pengawasan

Anambas, Kepulauan Riau, SK.co.id – Isu keberadaan kapal misterius di perairan Anambas membuka kembali perhatian publik terhadap potensi kejahatan laut yang kerap luput dari pengawasan. Tidak hanya soal dugaan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM), fenomena ini juga menyoroti ancaman lain seperti perdagangan ilegal, pencurian ikan (illegal fishing), hingga pelanggaran batas wilayah yang dapat merugikan masyarakat pesisir.

Menurut pengakuan sejumlah nelayan, kapal tanpa identitas yang sempat berlabuh di sekitar Pulau Semut menimbulkan keresahan. Mereka khawatir aktivitas kapal tersebut berkaitan dengan praktik ilegal yang bisa berdampak pada ekosistem laut maupun keselamatan nelayan. Bukan hanya itu masih ada beberapa kapal yang tidak diketahui pasti yang sering masuk dan keluar dari perairan Anambas.

“Kami melihat kapal itu berlabuh di Pulau Semut, tapi tidak ada tanda jelas. Nelayan jadi was-was, takut kalau ada kegiatan ilegal,” ujar Pak Ahmad (nama samaran), seorang nelayan lokal. Jumat, 14 November 2025.

“Kalau benar membawa BBM, harusnya ada pengawasan. Jangan sampai laut kita jadi jalur penyelundupan,” kata Ibu Sari (nama samaran), warga pesisir.

“Kami berharap aparat segera turun tangan, karena masyarakat tidak bisa berbuat banyak kalau kapal besar masuk tanpa izin,” ungkap Bapak Juna (nama samaran), tokoh masyarakat.

Para pengamat maritim menilai, kejahatan laut di wilayah strategis seperti Anambas perlu menjadi fokus aparat penegak hukum (APH). Jalur perairan yang terbuka dan sering dilalui kapal besar menjadikan kawasan ini rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Beberapa bentuk kejahatan laut yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Penyelundupan BBM dan barang ilegal yang merugikan negara dari sisi ekonomi.
  • Illegal fishing yang mengancam keberlanjutan sumber daya laut dan mata pencaharian nelayan lokal.
  • Pelanggaran batas wilayah oleh kapal asing yang dapat menimbulkan konflik kedaulatan.
  • Perdagangan manusia atau narkotika melalui jalur laut yang sulit terdeteksi tanpa pengawasan ketat.

Masyarakat berharap aparat berwenang, khususnya TNI-POLRI dan instansi maritim terkait, segera meningkatkan patroli dan investigasi di wilayah perairan Anambas. Transparansi informasi dan langkah tegas dianggap penting untuk mencegah keresahan warga sekaligus menjaga keamanan laut. (rp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini