KARIMUN, SK.co.id – Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, kembali mencuri perhatian nasional lewat gelaran Festival Seni Budaya Desa Gemuruh 2025 yang berlangsung meriah pada Sabtu malam (26/10). Acara ini sekaligus menjadi momen perpisahan pendamping program Desa BRILiaN, menandai babak baru perjalanan desa yang kini masuk dalam 15 besar nasional program pemberdayaan desa tersebut.
Mengusung tema “Menjaga Warisan, Menggugah Generasi”, festival ini menjadi panggung pelestarian budaya sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk mencintai warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
Dalam sambutannya, Bupati Karimun menyampaikan apresiasi atas capaian Desa Gemuruh yang berhasil menembus jajaran 15 besar nasional Desa BRILiaN. Ia menyebut Gemuruh sebagai desa luar biasa yang mampu bersaing secara nasional berkat kepemimpinan visioner dan semangat kolektif masyarakat.
“Saya berharap Gemuruh mampu terus berinovasi dan tembus ke 3 besar nasional. Masyarakat harus bangga memiliki kepala desa yang mampu membawa nama desa hingga dikenal di tingkat nasional,” ujar Bupati, disambut tepuk tangan meriah warga.
Kepala Desa Gemuruh, Ari Supriadi Nurfaizal, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan desa. Ia menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja kolektif antara pemerintah desa, lembaga masyarakat, dan pendamping Desa BRILiaN.
“Walau malam ini menjadi perpisahan, semangat dan ilmu yang mereka tanamkan akan terus hidup di hati kami,” ucapnya haru.
Festival tahun ini diikuti oleh 53 peserta dari berbagai kalangan, menampilkan ragam lomba budaya seperti Tari Melayu, Syair Tradisional, Kompang Kreasi, Nyanyi Lagu Melayu, Fashion Show Pakaian Melayu, dan Karaoke Lagu Melayu.
Kegiatan ini terlaksana berkat sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, dengan total anggaran sekitar Rp34.500.000 yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (Rp22 juta), PT Timah Tbk (Rp7,5 juta), Bupati Karimun (Rp5 juta), serta dukungan Bank BRI yang masih dalam proses.
“Sinergi inilah yang menjadi kekuatan Desa Gemuruh,” ujar Kades Ari.
Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, festival ini menjadi simbol kebangkitan budaya lokal dan semangat generasi muda dalam menjaga identitas bangsa. Dentuman kompang, lantunan syair, dan tarian melayu menjadi saksi semangat juang masyarakat Gemuruh.
“Dari Gemuruh, kita menggema untuk Indonesia. Karena kemajuan desa adalah awal kejayaan negeri,” tutup Kades Ari dengan penuh optimisme.
Festival Seni Budaya Desa Gemuruh 2025 tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bukti bahwa desa kecil di pulau terpencil mampu bersinar di panggung nasional dengan semangat, budaya, dan kolaborasi. (Hendrik )

