More

    Bom Vakum Lenyapkan 3.000 Warga Gaza Tanpa Sisa, Solidaritas Kepri Bergerak Nyata

    TANJUNGPINANG, SAMUDERA KEPRI – Konflik bersenjata di Jalur Gaza yang meletus sejak Oktober 2023 terus menyingkap realitas peperangan modern yang sangat mengerikan. Sebuah investigasi mendalam bertajuk “The Rest of the Story” yang disiarkan pada Senin, 9 Februari 2026 mengungkap bahwa militer Israel diduga secara sistematis menggunakan amunisi termobarik atau bom vakum. Praktik brutal ini mengakibatkan setidaknya 2.842 jiwa—yang kerap dibulatkan menjadi 3.000 warga Palestina—hilang “menguap” di udara tanpa menyisakan jasad sedikit pun terhitung sejak awal invasi di bulan Oktober 2023. Tragedi memilukan ini tidak hanya memicu kemarahan global, tetapi juga menggerakkan gelombang solidaritas berkelanjutan di tanah air, khususnya dari masyarakat pesisir di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

    Berdasarkan temuan forensik dan laporan pakar militer, persenjataan yang menjadi dalang di balik fenomena penguapan manusia ini meliputi bom berdaya ledak termal buatan Amerika Serikat seperti MK-84 (seberat 900 kg), BLU-109 (penghancur bunker), dan bom presisi GBU-39. Senjata jenis ini beroperasi dengan melepaskan awan bahan bakar partikel halus ke udara yang kemudian memicu ledakan bola api raksasa. Menurut pakar militer Rusia, Vasily Fatigarov, suhu episentrum ledakan dapat melonjak drastis mencapai 2.500 hingga 3.000 derajat Celcius (4.532 hingga 5.432 derajat Fahrenheit). Bahkan pada bom yang menggunakan campuran tritonal, tingkat panasnya bisa menembus 3.500 derajat Celcius.

    Mengingat komposisi biologi tubuh manusia dewasa terdiri dari sekitar 80 persen air, paparan energi panas ekstrem yang melampaui titik didih air (100 derajat Celcius) ini dikombinasikan dengan gelombang tekanan berlebih seketika membuat seluruh cairan intraseluler mendidih. “Jaringan tubuh menguap dan berubah menjadi abu. Secara kimiawi, itu tidak terelakkan,” jelas Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Dr. Munir Al Bursh.

    Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, memaparkan bahwa tim penyelamat terpaksa mengembangkan “metode eliminasi” karena hancurnya sistem identifikasi jenazah konvensional. Jika warga melaporkan ada lima anggota keluarganya di dalam rumah yang dibom, namun petugas hanya menemukan tiga jenazah utuh setelah pencarian ekstensif di reruntuhan dan kamar mayat, maka dua korban sisanya resmi diklasifikasikan sebagai “menguap” karena tidak tersisanya jejak biologis apa pun.

    Kengerian psikologis kehilangan jenazah ini dialami langsung oleh Yasmin Mahani pada waktu subuh, tanggal 10 Agustus 2024, usai serangan bom presisi meratakan tempat pengungsian di Sekolah al-Tabin, Kota Gaza. Ia menyusuri reruntuhan yang berserakan daging dan darah untuk mencari putranya, Saad. “Kami mencari di seluruh rumah sakit dan kamar mayat berhari-hari. Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan. Itu bagian tersulitnya,” ungkap Yasmin meratapi hilangnya sang anak tanpa nisan.

    Peristiwa hilangnya jasad serupa juga didokumentasikan dalam sejumlah tragedi lain: serangan di rumah keluarga Farwaneh di Kota Gaza pada 15 Oktober 2023 yang melenyapkan nyawa tiga anak kecil, insiden di Deir al-Balah pada 6 Januari 2024 yang menyebabkan hilangnya jasad seorang perempuan berusia 28 tahun bernama Shaima, hingga serangan maut di zona aman al-Mawasi pada September 2024 yang menyebabkan 22 pengungsi menguap akibat hantaman bom BLU-109. Belum lagi laporan temuan mengerikan di kuburan massal Kompleks Medis Nasser pada April 2024 yang menunjukkan jasad-jasad hancur menjadi abu.

    Solidaritas dari Ujung Negeri: Kepri Bergerak Nyata

    Kekejaman genosida yang menghapus eksistensi biologis warga Palestina ini tidak dibiarkan berlalu dalam kebisuan oleh warga Kepulauan Riau. Di tengah kepedihan global, aksi kepedulian terus mengalir deras. Pada hari Selasa, 17 Februari 2026, Ketua BAZNAS Kepri, Drs. Arusman Yusuf, M.H.I., melaporkan dari Tanjungpinang bahwa gabungan BAZNAS di tingkat kabupaten/kota se-Kepri telah sukses menghimpun dan menyalurkan infak kemanusiaan untuk krisis Palestina sebesar Rp 3 miliar.

    Bahkan dari tingkat pelosok daerah, solidaritas warga tetap menyala. Tercatat sebelumnya pada hari Selasa, 24 Juni 2025, bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Kepri di kawasan Dompak, BAZNAS Kabupaten Bintan yang dipimpin Drs. H. Suryono mengeksekusi penyerahan donasi kolektif dari masyarakat pesisir Bintan senilai Rp 101.000.000. Dana ini bersumber dari sumbangan masjid dan iuran jamaah yang dikumpulkan sejak bulan Ramadhan tahun tersebut, membuktikan bahwa dari pulau kecil di ujung negeri, secercah harapan bisa dikonversi menjadi bantuan penyelamatan yang menembus isolasi global.

    Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dengan tegas menyerukan kepada masyarakat Kepri untuk terus merapatkan barisan, berdonasi, dan memanjatkan doa bagi keselamatan warga Gaza. Beliau menekankan bahwa kepedulian ini adalah bentuk utang budi historis dan moral konstitusional bangsa Indonesia yang telah tertanam jauh sebelum masa kemerdekaan.

    Gubernur Ansar mengingatkan kembali memori sejarah bahwa dukungan untuk Indonesia telah disuarakan pada tanggal 6 September 1944. Pada hari itu, Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini bersama saudagar dermawan Muhammad Ali Taher, secara eksplisit menyuarakan dukungan di kancah internasional dan mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia.

    “Banyak korban di negeri yang sangat kita cintai, negerinya para nabi dan rasul. Maka kita bersama wajib melindunginya dengan doa-doa dari bibir kita yang tulus dan ikhlas,” tutur Gubernur Ansar. Beliau juga menuntut masyarakat agar menjaga kewarasan literasi dengan menegaskan bahwa perjuangan bangsa Palestina adalah perjuangan yang sah, berdaulat, dan mulia untuk mencapai kemerdekaan di tanah mereka sendiri, serta meminta agar tidak ada pihak yang memposisikan kelompok-kelompok di Palestina sebagai ekstremis atau teroris.

    Hilangnya ribuan jasad di perbatasan Gaza akibat bom vakum bukanlah sekadar angka statistik, melainkan alarm keras bagi krisis moral peradaban dunia di abad ini. Solidaritas berkelanjutan dari Kepulauan Riau menjadi pesan penegas bahwa di belahan bumi mana pun, nurani kemanusiaan tidak akan pernah menguap. (TIM Redaksi)



    SAMUDERA KEPRI ARCHIVE 🔒
    Aset Digital Terverifikasi
    TX UUID c0fecaa4-90a8-4349-bf10-2a1cfe01a877
    🔗 Cek di Blockchain

    Related Articles

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

    - Advertisement -spot_img

    Latest Articles