Hanoi (SAMUDERAKEPRI) – Perusahaan keamanan trafik web asal Estonia, Blackwall, resmi mengumumkan kemitraan publik pertama mereka di kawasan Asia Tenggara dengan menggandeng penyedia infrastruktur digital terkemuka di Vietnam, HostVN. Kolaborasi strategis ini menandai peluncuran produk layanan keamanan siber bertajuk HOSTVN Website Protection – powered by Blackwall.
Dilansir dari Media OutReach Newswire pada Rabu (24/6/2026), melalui kesepakatan ini, HostVN mengintegrasikan platform keamanan trafik komprehensif milik Blackwall langsung ke dalam infrastruktur penayangan situs web (hosting) mereka. Langkah ini memungkinkan pelaku bisnis di Vietnam menikmati perlindungan menyeluruh tanpa harus memiliki keahlian tim keamanan internal yang rumit.
Kemitraan ini hadir sebagai jawaban atas tantangan operasional yang belum banyak disadari oleh pelaku industri digital di Vietnam. Berdasarkan data riset Statista, saat ini lebih dari separuh trafik web global dihasilkan oleh bot otomatis dan bukan oleh pengunjung manusia. Hal tersebut tidak hanya memicu risiko keamanan, melainkan juga membengkakkan biaya operasional tersembunyi karena bot mengonsumsi kapasitas pita lebar (bandwidth), mengacaukan akurasi analisis data, serta menghabiskan anggaran periklanan digital secara sia-sia.
Layanan keamanan terintegrasi ini mencakup empat komponen utama pada lapisan sistem siber, di antaranya:
- Perlindungan DDoS L7: Mitigasi serangan pada lapisan aplikasi (application-layer) yang berjalan di atas infrastruktur Clean Traffic milik HostVN.
- Mitigasi Bot Canggih: Deteksi serta klasifikasi waktu nyata (real-time) untuk memisahkan lalu lintas manusia, bot terpercaya, hingga agen kecerdasan buatan (AI) yang berbahaya.
- Web Application Firewall (WAF): Perlindungan yang selaras dengan standar OWASP Top 10 guna menghalau serangan injeksi dan eksploitasi web lainnya.
- Manajemen SSL dan Content Caching: Pengelolaan sertifikat enkripsi otomatis sekaligus optimasi performa server guna meningkatkan kecepatan muat halaman situs.
Pihak Blackwall mengoperasikan model bisnis berbasis kemitraan saluran (channel-first), di mana teknologi reverse proxy miliknya dipasang di depan situs web pelanggan untuk menyaring trafik melalui berbagai lapisan deteksi (analisis sidik jari perangkat, reputasi IP, dan algoritma perilaku) tanpa menambah jeda waktu (latency) bagi pengguna sah.
Bagi HostVN yang didirikan sejak tahun 2007 dan kini melayani lebih dari 50,000 pelanggan, kerja sama ini menjadi evolusi strategis keenam mereka setelah sebelumnya sukses beralih dari web hosting biasa menuju komputasi awan (cloud), transformasi digital, hingga layanan kecerdasan buatan.
Lebih lanjut, manajemen Blackwall mengonfirmasi bahwa Vietnam dipilih sebagai batu loncatan utama karena skala ekonomi digitalnya yang tumbuh sangat pesat. Setelah Vietnam, Blackwall membidik Indonesia, Malaysia, dan Thailand sebagai target pasar ekspansi berikutnya yang didukung oleh pendanaan putaran Seri B berskala besar. (*)



