📤 Bagikan Berita Ini:

⚡ Ringkasan 1 Menit

Pemerintah Desa Gemuruh, Kabupaten Karimun, melaksanakan rutinitas Jumat pagi yang melibatkan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama untuk memperkuat keimanan dan nilai-nilai keislaman di kalangan aparatur desa. Kegiatan ini diinisiasi pada awal masa kepemimpinan Kepala Desa Gemuruh dan telah berlangsung secara berkesinambungan sejak tahun 2022. Langkah ini bertujuan untuk membangun lingkungan kerja yang seimbang dan memperkuat kebersamaan di antara jajaran aparatur desa. Dengan demikian, setiap tugas dan tanggung jawab pelayanan publik dapat dilandasi niat yang baik, keikhlasan, dan bernilai ibadah.

KARIMUN, SAMUDERAKEPRI — Pemerintah Desa (Pemdes) Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, secara konsisten menjaga tradisi keagamaan melalui rutinitas Jumat pagi yang diisi dengan pembacaan Surah Yasin, lantunan selawat Nabi Muhammad SAW, serta doa bersama.

Kegiatan pembinaan rohani yang dilaksanakan saban pekan ini telah diinisiasi sejak akhir tahun 2022, tepatnya pada awal masa kepemimpinan Kepala Desa Gemuruh saat ini, dan terus berlangsung secara berkesinambungan hingga sekarang.

Langkah ini menjadi salah satu upaya strategis Pemdes Gemuruh dalam membangun lingkungan kerja yang seimbang. Tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas administratif dan pelayanan publik, tetapi juga menyasar penguatan nilai-nilai keislaman serta rasa kebersamaan di antara jajaran aparatur desa.

Suasana pembacaan Surah Yasin dan doa bersama Jumat pagi oleh jajaran Pemerintah Desa Gemuruh Kecamatan Kundur Barat Kabupaten Karimun (1)
Kepala Desa Gemuruh bersama jajaran perangkat dan staf desa saat khusyuk melaksanakan rutinitas pembacaan Surah Yasin, selawat, dan doa bersama di kantor desa, Jumat pagi. Kegiatan ini digelar secara istiqamah sejak akhir 2022 guna memperkuat pembinaan rohani dan integritas aparatur desa. (Foto: Dok. Pemdes Gemuruh / Samudera Kepri)

Melalui pembacaan Surah Yasin dan doa bersama, seluruh perangkat desa diajak untuk sejenak menghentikan aktivitas rutinitas kantor, menenangkan hati, dan memperkuat keimanan, sekaligus memohon keberkahan dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Desa Gemuruh menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial biasa, melainkan sebuah ikhtiar berkelanjutan untuk membiasakan nilai-nilai religius dalam etos kerja sehari-hari.

“Pada hakikatnya, membangun desa bukan hanya tentang pembangunan fisik, administrasi, dan pelayanan kepada masyarakat semata. Lebih dari itu, kita juga perlu membangun hati, memperkuat keimanan, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam diri setiap aparatur pemerintahan,” ungkapnya.

Ia berharap tradisi positif ini dapat terus dipertahankan dan menjadi budaya kerja yang melekat di lingkungan Pemdes Gemuruh. Dengan demikian, setiap tugas dan tanggung jawab pelayanan publik yang diembang dapat senantiasa dilandasi niat yang baik, keikhlasan, dan bernilai ibadah.

Melalui konsistensi kegiatan Jumat pagi ini, Pemdes Gemuruh ingin menegaskan bahwa tolok ukur kemajuan sebuah desa tidak hanya dilihat dari fisik bangunan yang megah, melainkan juga dari kualitas moral, spiritual, dan integritas para penyelenggara pemerintahannya. (Hendrik)

(Tim Redaksi)

📤 Bagikan Berita Ini: