SAMUDERAKEPRI, KUALA LUMPUR — Personel Korps Brimob Polri kembali menorehkan prestasi di kancah internasional melalui ajang MBW International Taekwondo Championship 2026 yang digelar di Negeri 9 Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Pada kejuaraan tersebut, Aipda Ahmad Nadhif, anggota Provos Batalyon B Resimen II Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri, berhasil meraih medali perunggu dalam kategori Poomsae Master Class Pair.
Tampil berpasangan bersama sang istri, Aipda Ahmad Nadhif berhasil melintasi babak penyisihan dengan menundukkan perwakilan India dan Brunei Darussalam, sebelum akhirnya terhenti di tangan tim tuan rumah, Malaysia, pada babak perebutan medali. Capaian positif kontingen Indonesia turut diperkuat oleh Bripda Daffa Wilda yang meraih medali perak pada nomor Poomsae Senior Pair. Bripda Daffa melaju ke partai puncak usai menumbangkan pasangan asal Timor-Leste dan Malaysia, meski di laga final harus mengakui keunggulan atlet Filipina.
- Sweeping Pajak Kendaraan ASN di Dompak Terjaring 212 Unit, Potensi Pajak Tembus Rp916 Juta
- Ukir Prestasi di Malaysia, Anggota Korps Brimob Polri Raih Perunggu dan Perak Kejuaraan Taekwondo
- Kasus Asuransi Kapal Pelni-Jasindo, KPK Tahan Direktur Hingga Swasta
- Pimpin Apel Gabungan, Wali Kota Batam Minta ASN Akrabkan Budaya Kerja Responsif
- Ribuan Jemaah Padati Kepri Bersalawat 3, Wali Kota Amsakar Puji Antusiasme Warga Batam
Ajang tahunan edisi keenam ini, dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Malaysia, diikuti oleh 3.935 atlet dari 12 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Timor-Leste, Korea Selatan, India, China, Pakistan, Filipina, Thailand, dan Australia. Dalam kejuaraan yang dibuka secara resmi oleh Technical Chairman of Taekwondo Malaysia Grand Master Dhanaraj Rassiah tersebut, Korps Brimob Polri mengirimkan dua personel, satu anggota Bhayangkari, serta sepuluh atlet pelajar binaan untuk memperkuat 34 tim kontingen Indonesia.
Menjelang usianya yang genap 50 tahun, Aipda Ahmad Nadhif mengungkapkan bahwa tantangan utama selama persiapan adalah menyelaraskan tugas operasional kedinasan di kesatuan Brimob dengan jadwal latihan yang intensif. Pembinaan cabang olahraga taekwondo di lingkungan Korps Brimob yang telah berjalan konsisten sejak tahun 2001 dinilai tidak sekadar menjadi wahana melahirkan atlet berprestasi untuk Merah Putih, melainkan juga sarana yang efektif untuk membentuk kedisiplinan serta mempererat hubungan kemasyarakatan. (*)
