SAMUDERAKEPRI, HONG KONG — The Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Sainstek) Republik Indonesia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) baru. Dilansir dari rilis resmi Media OutReach Newswire pada Selasa (14/7/2026), kerja sama ini ditujukan untuk menegakkan pelaksanaan kerangka kerja beasiswa yang didanai oleh Pemerintah Indonesia, termasuk integrasi Beasiswa Garuda yang baru diluncurkan demi mendukung mahasiswa berprestasi menempuh studi sarjana di perguruan tinggi tersebut.
Penandatanganan perjanjian strategis ini dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Badri Munir Sukoco, bersama Associate Provost HKUST, Dr. Alison Lloyd. Melalui momentum MoU baru ini, HKUST bersiap menyambut angkatan kelima mahasiswa sarjana (S1) asal Indonesia pada tahun akademik mendatang yang dijadwalkan mulai berjalan pada September tahun ini. Langkah ini merupakan bentuk keberlanjutan dari komitmen kerja sama awal kedua belah pihak yang telah diinisiasi sejak Mei 2024 lalu.
Selain memfasilitasi dukungan pembiayaan beasiswa, kedua institusi secara aktif membahas perluasan cakupan program kemitraan di masa depan. Berbagai inisiatif strategis yang tengah dirancang bersama meliputi program penelitian mutakhir antardosen, pertukaran pengetahuan akademik, program mobilitas civitas akademika, hingga penyediaan program magang industri yang diakui secara resmi sebagai bagian dari perolehan kredit akademik mahasiswa. Berbagai bidang ilmu prioritas pembangunan seperti transformasi digital, energi hijau, bioteknologi, hingga inovasi bisnis menjadi pilar utama dalam pematangan kompetensi global ini.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemendikti Sainstek RI, Prof. Ardi Findyartini, menyampaikan apresiasi atas sinergi jangka panjang yang terjalin erat ini. Penempatan mahasiswa terbaik di dalam ekosistem riset berkelas dunia dinilai menjadi kunci vital untuk membekali pemimpin masa depan dengan kompetensi penting. Saat ini, mahasiswa asal Indonesia tercatat sebagai kelompok mahasiswa sarjana internasional terbesar kedua di HKUST, menjadikannya perguruan tinggi di Hong Kong yang menampung kuota penerima beasiswa Pemerintah Indonesia terbanyak. (*)


