Sabtu, Juni 27, 2026

Gandeng SunAsia, VinEnergo Garap PLTS Apung dan Akuakultur US$ 1,5 Miliar

Pilihan Editor

- Advertisement -
Klik untuk memutar ringkasan suara artikel ini.

Hanoi (SAMUDERAKEPRI) – Perusahaan pengembang energi terkemuka asal Vietnam, VinEnergo—yang merupakan bagian dari ekosistem hijau raksasa bisnis Vingroup—resmi menjalin kemitraan taktis dengan SunAsia Energy Inc. untuk menggarap proyek energi terbarukan skala besar di Filipina. Melansir laporan dari rilis resmi Media OutReach Newswire, kolaborasi bilateral ini berfokus pada pengembangan model PLTS Apung terintegrasi (Solar on Stilts) yang diproyeksikan meraup pendapatan seumur hidup melampaui USD 1,5 miliar atau setara lebih dari Rp24 triliun.

Penandatanganan kerja sama strategis ini dilakukan langsung oleh CEO VinEnergo, Mr. Nguyen Anh Khoa, bersama CEO sekaligus Chairperson SunAsia Energy, Ms. Tetchi Capellan. Prosesi ini turut disaksikan langsung oleh Sekretaris Energi Filipina, Ms. Sharon Garin, serta Duta Besar Vietnam untuk Filipina, Mr. Lai Thai Binh, di sela-sela momentum pertemuan KTT ASEAN di Filipina.

Dalam cetak biru perencanaan korporasi, kedua perusahaan menargetkan tiga proyek utama (flagship) dapat beroperasi penuh pada medio tahun 2027 hingga 2028 mendatang dengan total kapasitas terpasang mencapai 422 Megawatt-peak (MWp). Rincian sebaran proyek tersebut berlokasi di Macabebe, Pampanga (181 MWp), serta kawasan Sagay (126 MWp) dan Silay (115 MWp) yang berada di Provinsi Negros Occidental.

Saat mulai beroperasi nanti, interkoneksi energi hijau ini ditargetkan mampu menyuplai pasokan listrik bersih bagi sekitar 278.000 rumah tangga di Filipina. Selain itu, proyek raksasa ini diklaim mampu mereduksi emisi karbon hingga lebih dari 460.000 ton per tahun, atau setara dengan dampak positif penanaman sekitar 21 juta pohon baru.

Selama 18 bulan ke depan, VinEnergo dan SunAsia akan fokus merampungkan perencanaan teknik (engineering design) serta pematangan struktur proyek. Fase awal ini mencakup pemasangan hampir 700.000 panel surya di atas struktur pancang di permukaan air, sekaligus membentang jaringan kabel transmisi baru sepanjang 62 kilometer yang melintasi wilayah Negros dan Pampanga.

Teknologi Solar on Stilts yang diusung dalam megaproyek ini memiliki keunggulan hibrida, di mana panel surya ditempatkan di atas permukaan air sehingga ruang di bawahnya tetap dapat dioptimalkan secara produktif untuk aktivitas budidaya perikanan (akuakultur). Langkah ini dinilai selaras dengan strategi global VinEnergo dalam menerapkan konsep sinergi ketahanan pangan, energi, dan air (Food-Energy-Water Nexus) demi menjaga keberlanjutan mata pencaharian komunitas pesisir lokal. (*)

- Catatan Redaksi -Penerbitan laporan informasi ini tunduk pada koridor hukum Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Media Samudera Kepri menjamin dan melayani Hak Jawab serta Hak Koreksi secara proporsional bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh materi pemberitaan ini demi menegakkan akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru