More

    Pasar Modal Indonesia 2025: Rekor Baru di Tengah Peningkatan Kualitas Emiten

    BISNIS – Memasuki tahun 2025, pasar modal Indonesia menunjukkan tren positif yang signifikan. Setelah melewati dinamika tahun politik, stabilitas ekonomi yang mulai mapan mendorong korporasi untuk lebih agresif memanfaatkan bursa sebagai sumber pendanaan jangka panjang. Fenomena ini terlihat dari lonjakan aktivitas penerbitan efek yang lebih semarak dibandingkan tahun sebelumnya.

    Lonjakan Volume dan Nilai Pendanaan Saham

    Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang 2025 terdapat total 858 efek yang diterbitkan, tumbuh 26% dari angka 680 efek pada tahun 2024. Dari total tersebut, sebanyak 26 perusahaan resmi melantai di bursa melalui mekanisme IPO.

    Dua sektor utama yang mendominasi lantai bursa tahun ini adalah:

    1. Basic Materials: 4 perusahaan (Total dana: Rp5,1 triliun).
    2. Consumer Non-Cyclicals: 4 perusahaan (Total dana: Rp2,6 triliun).

    Menariknya, terjadi pergeseran kualitas emiten yang cukup mencolok. Rata-rata perolehan dana per perusahaan melonjak dua kali lipat, dari Rp348,7 miliar (2024) menjadi Rp696,1 miliar (2025). Hal ini menandakan bahwa perusahaan yang melantai di bursa saat ini memiliki skala bisnis yang lebih besar dan fundamental yang lebih matang.


    Pencapaian Tertinggi di Pasar Obligasi dan Sukuk

    Sektor surat utang juga mencatatkan sejarah baru (all-time high). Hingga akhir Desember 2025, tercatat 181 emisi dari 79 perusahaan dengan akumulasi dana mencapai Rp216,64 triliun.

    Jenis InstrumenJumlah PencatatanSektor Dominan
    Obligasi Konvensional117Keuangan (40 emisi)
    Sukuk Mudharabah25Total Dana: Rp125,59 T

    Tingginya angka ini membuktikan bahwa investor semakin percaya pada instrumen pendanaan terstruktur untuk mendukung pembiayaan jangka menengah dan panjang.


    Mempersiapkan Emiten Berkualitas via IDX Incubator

    Keberhasilan melantai di bursa tidak terjadi secara instan. Perusahaan wajib memenuhi standar tata kelola (GCG), kesehatan finansial, dan kepatuhan regulasi yang ketat. Guna menjaga kualitas ini, BEI terus menggalakkan program pembinaan melalui IDX Incubator.

    Program ini dirancang khusus untuk mengakselerasi kesiapan startup serta UKM menuju IPO. Listyorini Dian Pratiwi, Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI, menekankan bahwa fokus utama program ini bukan sekadar mengejar kuantitas emiten, melainkan memastikan perusahaan memiliki fondasi kuat agar dapat tumbuh berkelanjutan dan memberikan nilai bagi investor.

    • Informasi Pendaftaran:
    • Bagi perusahaan yang tertarik, pendaftaran seleksi IDX Incubator saat ini sedang dibuka hingga 8 Maret 2026. Informasi selengkapnya dapat diakses melalui laman resmiincubator.idx.co.id.

    Dengan ekosistem yang semakin inklusif dan stabil, proyeksi pasar modal di tahun 2026 diprediksi akan terus terbuka lebar bagi perusahaan-perusahaan berkualitas yang ingin melakukan ekspansi. (*)



    SAMUDERA KEPRI ARCHIVE 🔒
    Aset Digital Terverifikasi
    TX UUID 6384c775-f3d9-4254-a31d-b978bf96c476
    🔗 Cek di Blockchain

    Related Articles

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

    - Advertisement -spot_img

    Latest Articles