⚡ Ringkasan 1 Menit
Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kepulauan Riau menyelenggarakan Media Gathering untuk mempererat sinergi dengan media massa dalam mengedukasi masyarakat tentang dinamika pasar modal Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh jurnalis dari berbagai media, termasuk Samudera Kepri, dan bertujuan untuk memperluas literasi keuangan publik serta menangkal spekulasi informasi yang berpotensi memengaruhi keputusan investasi masyarakat. Kepala Kantor Perwakilan BEI Kepri, Indra Novita, menyoroti kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mengalami gejolak, tetapi telah memulihkan diri setelah langkah-langkah kebijakan strategis oleh OJK dan BEI. Pertumbuhan jumlah investor di Kepulauan Riau telah mencapai lebih dari 50 persen secara year-to-date, yang selaras dengan tren nasional.
BATAM, SAMUDERAKEPRI — Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kepulauan Riau (Kepri) menyelenggarakan kegiatan Media Gathering bersama insan pers di Baba Seafood Restaurant, Batam Center, pada Jumat (23/10/2026) sore. Kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk mempererat sinergi antara BEI dan media massa dalam mengedukasi masyarakat mengenai dinamika pasar modal Indonesia.
Turut hadir dalam acara tersebut jurnalis dari berbagai media massa di wilayah Kepulauan Riau, termasuk jurnalis Samudera Kepri, Ridho. Keterlibatan aktif media diharapkan dapat membantu memperluas literasi keuangan publik serta menangkal spekulasi informasi yang berpotensi memengaruhi keputusan investasi masyarakat secara negatif.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Kepri, Indra Novita, menyoroti kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mengalami gejolak dan turun ke kisaran 4.900 pascamunculnya pernyataan dari penyedia indeks global MSCI.
Novita menegaskan bahwa volatilitas IHSG tidak murni disebabkan oleh sentimen MSCI, melainkan akumulasi dari berbagai faktor eksternal seperti tingkat suku bunga internasional, kebijakan The Fed, serta dinamika sosial dan politik. Meskipun MSCI baru dijadwalkan mengeluarkan hasil rekomendasi resmi pada April 2027, pernyataan awal yang beredar telah cukup memengaruhi psikologis pasar.
“Memang ada kepanikan dari investor pada hari pertama. Namun, kita melihat setelah kemarin ada penurunan indeks, saat ini sudah ada perbaikan dan indeks kita sudah naik kembali mencapai lima ribu,” terang Indra Novita.
Ia menjelaskan bahwa pemulihan indeks ini tidak lepas dari langkah-langkah kebijakan strategis yang ditempuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI dalam mereformasi pasar modal guna menjaga serta mengembalikan kepercayaan pelaku pasar.
Pertumbuhan Investor Tembus 50 Persen
Di tengah fluktuasi pasar tersebut, BEI Kepri mencatat pencapaian positif pada tingkat partisipasi masyarakat. Berdasarkan data terkini, pertumbuhan jumlah investor di Kepulauan Riau telah mencapai lebih dari 50 persen secara year-to-date (YTD). Angka ini selaras dengan tren pertumbuhan investor skala nasional yang berada di kisaran 52 persen.
Novita mengimbau para investor, khususnya pemula, agar tidak mengambil keputusan gegabah hanya berdasarkan sentimen sesaat di pasar. Di sisi lain, bagi investor yang sudah berpengalaman, momentum penurunan harga saham justru kerap dimanfaatkan sebagai peluang (opportunity) untuk mengoleksi saham dari emiten yang memiliki fundamental keuangan dan kinerja bisnis yang kuat.
Melalui kolaborasi berkesinambungan dengan media, BEI Kepri berharap masyarakat dapat memperoleh pemberitaan yang informatif dan faktual. Sinergi ini dinilai krusial agar pertumbuhan jumlah rekening investor baru berbanding lurus dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manajemen risiko dan peluang investasi di pasar modal. (*)
(Tim Redaksi / Ridho)


