TIANJIN – Perusahaan perawatan lansia berbasis teknologi pintar asal Taiwan, Time Light Care, resmi mengekspansi layanannya ke wilayah Tianjin, Tiongkok Utara. Langkah strategis ini diambil guna menangkap peluang pasar yang masif seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi perak (silver economy) di daratan Tiongkok.
Dilansir dari rilis resmi Time Light Care melalui Media OutReach Newswire pada Senin (29/6/2026), perusahaan ini mengembangkan platform manajemen perawatan lansia pintar (smart elderly care) mandiri yang mengadopsi pengalaman panjang perawatan jangka panjang (long-term care) dari Taiwan. Konsep yang diusung adalah fasilitas perawatan berkualitas tinggi berskala kecil hingga menengah yang terintegrasi langsung di dalam lingkungan komunitas (community-embedded). Model ini memungkinkan para lansia tetap tinggal di lingkungan yang familiar sekaligus dekat dengan anggota keluarga mereka.
Dari sisi kecanggihan teknologi, perusahaan ini mengintegrasikan monitor radar gelombang milimeter (millimeter-wave radar) khusus bagi penghuni yang mengalami kelumpuhan total atau harus berbaring di tempat tidur (bedridden). Sistem ini mampu melacak frekuensi pernapasan, denyut nadi, hingga detak jantung secara real-time, serta otomatis mengirimkan sinyal peringatan darurat ke ponsel petugas perawat jika mendeteksi adanya kejanggalan medis.
Selain itu, penyedia layanan ini juga menghadirkan armada kendaraan ramah disabilitas yang dilengkapi dengan kursi roda otomatis lepasan (detachable automatic wheelchairs). Inovasi ini dirancang khusus untuk menjemput lansia langsung dari samping tempat tidur mereka, sekaligus menjadi solusi bagi fenomena “lansia tersuspensi”—yaitu kelompok lansia yang terisolasi di dalam rumah dan kesulitan untuk keluar beraktivitas akibat tidak adanya fasilitas lift di gedung tempat tinggal mereka.
Langkah ekspansi sektor swasta ini sejalan dengan kondisi demografi Tiongkok, di mana populasi lansia berusia 60 tahun ke atas telah menembus angka 320 juta jiwa pada akhir tahun 2025, dan diproyeksikan bakal melampaui 400 juta jiwa pada tahun 2035 mendatang. Potensi nilai perputaran ekonomi perak di negara tersebut diperkirakan bakal menembus angka fantastis sebesar 30 triliun yuan (setara 4,41 triliun dolar AS). Momentum pasar ini kian diperkuat oleh kebijakan Dewan Negara (State Council) sejak Februari 2026 yang menginstruksikan perluasan serta peningkatan mutu pasokan layanan perawatan lansia inklusif yang berkelanjutan di wilayah perkotaan maupun pedesaan. (*)


